Header Ads

Duh! WargaNet Kebumen Kurang Antusias Menanggapi Pileg 2019

www.inikebumen.net KEBUMEN - Warganet atau netizen Kebumen, yakni mereka yang aktif terlibat dalam komunitas maya atau internet pada umumnya, tampaknya masih kurang antusias menanggapi pemilihan legislatif (pileg).
Duh! WargaNet Kebumen Kurang Antusias Menanggapi Pileg 2019
Grup Facebook Lebih Dari Sekedar Kebumen (LDSK)
Pemilu serentak yang bakal digelar 17 April 2019 nanti, untuk pertama kalinya menggabungkan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pemilihan anggota DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota).

Hal ini tampaknya membuat warganet kurang bisa berbagi fokus perhatian sehingga pilpres mendapat perhatian yang lebih besar dibanding pileg.

Sudah ada dua group facebook yang membuat dialog caleg. Pertama, Pemerhati Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (P3AI) mengadakan Diskusi Publik Bersama Caleg Perempuan Kebumen di gedung DPRD Kabupaten Kebumen, 22 Desember 2018.

Kedua, Lebih Dari Sekedar Kebumen (LDSK) menyelenggarakan Dialog Publik LDSK II dengan nara sumber caleg DPR RI, DPRD Jateng dan DPRD Kebumen, di Pendopo rumah dinas Bupati Kebumen, Minggu, 30 Desember 2018.

Namun dari kedua dialog tersebut, antusiasme warganet untuk mengikuti tak sebesar acara jumpa anggota group biasa yang tak membahas masalah politik. Hal ini tampak dari sejumlah bangku peserta yang terlihat kosong. Suatu hal yang sulit ditemui dalam acara-acara jumpa anggota group.

Padahal jika merujuk klasifikasi data usia pemilih dari KPU, kelompok usia terbesar adalah 31-40 (22,75%), 21-30 (22,46%) dan 41-50 (19,67%). Di ketiga rentang usia tersebut diyakini sebagian merupakan warganet. Karena itu peluang menggaet pemilih dengan sosialisasi melalui internet mestinya sama besar dengan pertemuan langsung.

Polling yang dibuat LDSK pasca dialog publik terhadap penampilan para caleg yang menjadi narasumber juga kurang disambut dengan antusias oleh  167.226 warganya.

Sampai lima hari polling digulirkan, Kharisma Febriansyah (Caleg DPR RI dari Partai Gerindra untuk Dapil Jateng 7) yang dipilih 22 warga LDSK menduduki peringkat pertama.

Peringkat kedua, Ma'rifun (Caleg DPRD Jateng dari Partai Gerindra untuk Dapil Jateng 10) dipilih 12 warga. Ketiga Fuad Habib (Caleg DPRD Kebumen dari PKB untuk Dapil Kebumen 2) dipilih 10 warga.

Selebihnya kurang dari 10 warga LDSK yang memilih, padahal moderator LDSK Arif Susilo, sudah memberikan pancingan dengan memilih beberapa caleg lain yang belum dipilih.

LDSK sendiri dengan visi informatifnya menurut Arif membebaskan segala postingan, termasuk dari para caleg, baik caleg DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten.

"LDSK netral tidak berpihak kepada salah satu partai atau salah seorang caleg tertentu. Karena itu LDSK membebaskan semua caleg untuk bersosialisasi," jelas Arif.

Menurut Arif, kebebasan tersebut perlu agar warga LDSK tidak salah dalam memilih wakilnya di legislatif nanti. Meski demikian postingan politik masih didominasi persoalan pilpres dibanding pileg.

Terhadap warga LDSK yang tidak suka dengan politik, Arif meminta untuk melewati saja postingan politik tersebut. "Yang tidak suka postingan politik ya tidak usah dibaca, lewati saja," pungkasnya.(*)
Powered by Blogger.