Optimis Tahun ini Kebumen Raih Piala Adipura

www.inikebumen.net JAKARTA - Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, optimis pada 2019 ini Kabupaten Kebumen dapat meraih penghargaan adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.
Optimis Tahun ini Kebumen Raih Piala Adipura
Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, menerima sertifikat adipura dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Senin pagi.
Hal itu dikatakan Gus Yazid (sapaan akrabnya) usai menerima penghargaan sertifikat adipura di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.

Keyakinan itu menyusul diterimanya penghargaan sertifikat adipura untuk kategori kota sedang tahun lalu dengan nilai yang cukup tinggi, yakni 76,3. Sedangkan untuk mendapatkan penghargaan tersebut minimal harus mendapat nilai 75.

"Alhamdulillah ini berkat kerjasama tim yang ada di Pemkab Kebumen bersama masyarakat. Sehingga Kebumen dapat meraih penghargaan sertifikat Adipura," ujar Yazid Mahfudz, didampingi Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kebumen, Edi Rianto dan Kabag Humas Setda Kebumen Suwanto.

Menurutnya, penghargaan itu patut dibanggakan menyusul baru pertama kali diterima Kabupaten Kebumen setelah puluhan tahun mengikuti ajang tersebut. Pihaknya mengajak seluruh stakeholder terkait dan masyarakat Kebumen untuk semakin bersemangat memperhatikan lingkungannya.

"Prestasi ini harus kita pertahankan. Karena banyak kabupaten/kota yang akhirnya tidak lagi mendapatkan penghargaan karena penilaiannya sangat ketat. Insya Allah kita akan benahi terus jangan sampai tahun ini kita dapat Adipura," tegasnya.

Kepala Dinas Perkim LH Kabupaten Kebumen, Edi Rianto, menjelaskan sertifikat adipura yang diterima itu merupakan penghargaan di bidang lingkungan hidup untuk tahun 2018. Sertifikat Adipura ini diperuntukkan bagi daerah yang bisa mendapatkan nilai lebih baik di banding tahun sebelumnya.

Setelah bertahun-tahun gagal menyabet Adipura, menjadi cambuk Kabupaten Kebumen untuk berbenah. Kebumen telah dinyatakan lolos penilaian tahap pertama (P1). Bahkan, untuk pertama kalinya penilaian pertama (P1), Kebumen mampu mencapai nilai 75,13 dari standar nilai minimal 75.

Selama ini salah satu penyebab terbesar gagalnya Kabupaten Kebumen meraih penghargaan Adipura karena permasalahan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) yang nilainya masih rendah. Namun, seiring dengan dibangunannya TPA Kaligending, saat ini permasalahan tersebut sudah terselesaikan.

Penilaian tahap dua (P2), juga sudah dilakukan oleh tim Adipura pada 15 Maret 2018 lalu. Adapun titik pantau pada P2 itu, yaitu titik pantau sebelumnya ditambah rumah ibadah. Yakni Vihara di Jalan Kolonel Sugiyono Kebumen, Gereja Katolik St Yohanes Maria Vianney yang berada di Jalan Mayjen Sutoyo Kebumen dan Masjid Islamic Center di Jalan Tentara Pelajar Kebumen.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, menyampaikan melalu Program Adipura pemerintah kota dan kabupaten diharapkan dapat mendukung target pengelolaan sampah 100 persen pada 2025. Selain juga menjadi salah satu strategi nasional pengelolaan sampah 2025 dengan cepat dan terukur.

"Sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 97 tahun 2017 tentang kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah," terangnya.(*)
Powered by Blogger.