Perbaikan Darurat Selesai, Warga Adimulyo Gelar Kenduren Diatas Tanggul

www.inikebumen.net ADIMULYO - Warga Desa Adiluhur, Kecamatan Adimulyo, bersama TNI, Polri dan relawan menggelar acara kenduri di atas tanggul yang jebol di desa setempat, Senin, 28 Januari 2019. Acara selamatan itu diselenggarakan setelah selesainya perbaikan tanggul.
Perbaikan Darurat Selesai, Warga Adimulyo Gelar Kenduren Diatas Tanggul
TNI, Polri dan relawan bersama masyarakat makan bersama pada acara slametan selesai perbaikan tanggul jebol di Desa Adiluhur, Kecamatan Adimulyo.
Acara itu semakin istimewa karena dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, Kapolres Kebumen AKBP Robert Pardede, Komandan Kodim 0709 Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang. Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kebumen dan masyaraka setempat. Mereka makan bersama setelah didoakan oleh pemuka agama setempat.
 
"Alhamdulillah perbaikan darurat tanggul jebol di Desa Adiluhur (Kecamatan Adimulyo) sudah selesai. Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk mejaganya," tutur Wakil Bupati Yazid Mahfudz, disela-sela acara.

Pihaknya berharap, tanggul tersebut tidak akan jebol lagi. Meski turun hujan lebat sekalipun. "Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, TNI, Polri, para relawan dan warga yang telah bersama-sama memperbaiki tanggul," ujarnya.

Penanganan darurat tanggul jebol tersebut diselesaikan hanya dalam waktu satu minggu. Tim gabungan berhasil menutup tanggul tersebut pada Sabtu, 26 Januari 2019.

Tanggul ini jebol akibat hujan deras yang tiada henti beberapa waktu lalu. Akibatnya, ratusan rumah warga dan ratusan hektar lahan pertanian terendam banjir.

Adapun panjang tanggul jebol sepanjang 25 meter dengan ketinggian 8 meter. Ribuan TNI, Polri, relawan BPBD, relawan PMI, relawan berbagai ormas dan warga setempat diterjunkan dalam perbaikan itu.

Perbaikan sementara dilakukan dengan cara menutup tanggul yang jebol menggunakan 5.000 karung pasir yang didatangkan dari Pantai Bopong.

Sementara itu, curah hujan yang tinggi beberapa waktu lalu di Kebumen mengakibatkan ratusan hektar lahan persawahan warga desa terendam banjir. Hal ini menjadi perhatian serius Distapang untuk mengantisipasi munculnya berbagai penyakit dan hama tanaman yang dapat menurunkan produktifitas padi pada musim tanam pertama tahun ini.

Data Dinas Pertaniah dan Pangan (Distapang) Kabupaten Kebumen luasan sawah yang tergenang banjir mencapai 8.087 hektar yang tersebar di 214 desa di 21 kecamatan.

Sedangkan luasan tanaman yang mengalami puso mencapai sekitar 1.270 hektar. Namun angka ini tidak terlalu signifikan penurunannya jika dibandingkan surplus padi di Kebumen. Yakni setiap tahunnya mencapai 200 ribu ton.(*)

Powered by Blogger.