Header Ads

Dikunjungi PKS SMK Negeri 1 Gombong, Anak-anak PAYDT Al Hikmah Ceria

www.inikebumen.net ADIMULYO - Penghuni Panti Asuhan Anak Yatim Dhuafa dan Terlantar (PAYDT) Al Hikmah yang berjumlah 24 orang anak bersama 6 orang pengasuhnya, Minggu siang, 17 Februari 2019 tampak ceria.

Dikunjungi PKS SMK Negeri 1 Gombong, Anak-anak PAYDT Al Hikmah Ceria
Patroli Keamanan Sekolah (PKS) SMKN 1 Gombong, melakukan bermain bersama Penghuni Panti Asuhan Anak Yatim Dhuafa dan Terlantar (PAYDT) Al Hikmah.
Panti asuhan sekaligus pondok pesantren yang berlokasi di Desa Arjomulyo, Kecamatan Adimulyo, mendapat kunjungan dari Patroli Keamanan Sekolah (PKS) SMKN 1 Gombong.

Suasana ceria itu karena mereka semua bersama rombongan tamu dilibatkan dalam permainan yang penuh kegembiraan (fun game). Itulah bentuk bakti sosial yang dilakukan rombongan PKS SMK N 1 Gombong yang berkunjung.

"Kunjungan ini sebagai bagian dari kegiatan bakti sosial yang rutin dilakukan PKS SMKN 1 Gombong pasca pergantian dan pelantikan pengurus baru," jelas Dicky Arisandi, Guru Pendamping SMK N 1 Gombong.

Dikatakan Dicky, pilihan kegiatan sejenis ini sengaja dilakukan di panti asuhan ataupun pesantren.  "Tujuannya untuk meningkatkan motivasi belajar dan membangun koneksitas religius secara timbal balik," tambahnya.

Sebagai pesantren, PAYDT Al Hikmah tak hanya mengasuh anak-anak yatim, dhuafa dan terlantar, tapi juga menyelenggarakan kegiatan pendidikan formal dan nonformal.

Lembaga pendidikan formal yang dimiliki adalah TK, SD Islam dan Madrasah Tsanawiyah. Sedangkan lembaga pendidikan non formalnya ada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Hikmah yang menyelenggarakan program kesetaraan Kelompok Belajar Paket B dan Paket C.

Menurut pembina PAYDT Al Hikmah Siti Rochani, ada sekitar 130 orang siswa yang belajar di PAYDT Al Hikmah. "Sebagian tinggal di rumah dan sebagian lagi mukim di asrama," terangnya.

Kunjungan PKS SMK N 1 Gombong disambut baik Siti Rochani. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat berpengaruh dalam memotivasi semangat anak-anak penghuni asrama.

"Mereka memang perlu mendapat perhatian lantaran keberadaan mereka sebagai anak yatim, dhuafa dan terlantar," terang Siti.

Usai kunjungan yang diisi fun game, Siti berharap anak-anak asuhnya bisa lebih ceria dan semakin termotivasi untuk belajar menyongsong masa depannya.(*)

Powered by Blogger.