Geopark Karangsambung-Karangbolong Butuh Dukungan Insan Pers

www.inikebumen.net KEBUMEN - Para insan pers di Kebumen diharap turut membantu Pemkab Kebumen secara istiqomah untuk menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong.

Geopark Karangsambung-Karangbolong Butuh Dukungan Insan Pers
Sekda Kebumen H Ahmad Ujang Sugiono, menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba foto pada sarasehan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Pendopo Rumdin Bupati, Selasa, 19 Februari 2019.
"Kita ingin, geopark menjadi modal kebangkitan semangat baru untuk mengentaskan kemiskinan, menuju kemakmuran dan kesejahteraan, serta konservasi alam," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kebumen, H Ahmad Ujang Sugiono SH, saat membuka Sarasehan Hari Pers Nasional tahun 2019, di Pendopo Rumdin Bupati, Selasa, 19 Februari 2019.

Dengan bantuan dari para wartawan, diharapkan masyarakat akan semakin memahami potensi yang miliki Kebumen. "Sehingga tahu apa yang harus kita perbuat untuk pengembangan Geopark Karangsambung-Karangbolong," terangnya.

Ujang menjelaskan, kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong telah mendapat sertifikat sebagai Geopark Nasional pada Jumat, 30 November 2018 lalu.

Pihaknya berharap, ekonomi akan berkembang pesat di 59 situs utama Geopark Karangsambung-Karangbolong. Yang terdiri atas 41 situs geologi, 8 situs biologi dan 10 situs budaya. Geopark yang mencakup 117 desa di 12 kecamatan di Kebumen, rencaananya akan kita kelola sebagai kawasan konservasi, edukasi dan ekonomi masyarakat.

"Kita tahu, dalam pembangunan daerah dikenal konsep Prime Mover (sektor besar yang menjadi penggerak utama sektor lain) untuk kemajuan daerah. Sepertinya geopark ini bisa berperan sebagai lokomotif dalam pembangunan wilayah," paparnya.

Untuk itu, lanjut dia, pengelolaan dan pengembangannya membutuhkan faktor pendukung. Diantaranya pendanaan dan masih rendahnya ketersediaan sarana prasarana pendukung pariwisata.

"Kita juga harus meningkatkan pemahaman masyarakat akan konsep geopark agar tidak lagi menjadi masyarakat yang ekstratif. Semakin menyadari pentingnya konservasi," kata Ujang.

Kondisi ini menjadi tanggungjawab bersama. Pemerintah, masyarakat, organisasi masyarakat, swasta, dan pelaku-pelaku wisata lainnya, termasuk juga insan pers.

"Agar geopark kita dapat terus dijaga dan dikembangkan. Bahkan bisa menjadi geopark internasional. Sehingga mejadi factor pengungkit bagi kesejahteraan masyarakat. Sekaligus koneservasi lingkungan. Salah satunya, terletak pada promosi, pengemasan, dan penataan kawasan geopark," imbuhnya.

Sementara itu, Sarasehan dengan tema "membedah potensi lokal di  kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong" menghadirkan tiga narasumber. Yakni Ketua Jaringan Geopark Indonesia, yang juga GM Gunung Sewu UNESCO Global Geopark Budi Martono.

Kemudian, Mantan Kepala BAP3DA Kebumen, yang juga kandidat Ketua Badan Pengelola Geopark Karangsambung-Karangbolong, Djoenedi Fatchurahman. Serta, Kepala UPT Balai Informasi dan Konservasi  LIPI Karangsambung Edi Hidayat.

Pada kesempatan itu juga diserahkan hadiah kepada pemenang lomba foto tentang Geopark Karangsambung-Karangbolong. Lomba foto tersebut digelar dalam rangka memeriahkan HPN oleh PWI Kebumen bekerjasama dengan Bagian Humas Setda Kebumen.

Adapun Juara I lomba tersebut diraih oleh Feri Suminar, Juara II Herbanu Putro dan Juara III Iman Yasifun. Sedangkan, harapan I diraih Nurul Hudana, harapan II Akhmad Haridi dan harapan III Rizka Putri.

Selain itu, diserahkan santunan untuk 20 anak yatim berupa uang tunai dan perlengkapan sekolah. Kegiatan bakti sosial ini atas kerjasama dengan Lazismu Kebumen.(*)
Powered by Blogger.