Kampung Klanceng Desa Kalipoh Raih Penghargaan Proklim dari Kementerian LHK

www.inikebumen.net AYAH - Desa Kalipoh, Kecamatan Ayah, berhasil meraih penghargaan Apresiasi Partisipasi Proklim (Program Kampung Iklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Kampung Klanceng Desa Kalipoh Raih Penghargaan Proklim dari Kementerian LHK
Desa Kalipoh, Kecamatan Ayah, yang terkenal dengan sebutan Kampung Klanceng, berhasil mendapatkan penghargaan Program Kampung Iklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
Desa yang terkenal dengan madu klancengnya ini menerima penghargaan tersebut untuk Kategori Madya. Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian LHK di Jakarta, belum lama ini.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perumkim LH) Kebumen, Siti Durotul Yatimah, menjelaskan Desa Kalipoh berhasil meraih penghargaan Apresiasi Partisipasi Proklim karena dinilai berkomitmen kuat dalam hal menghadapi perubahan iklim.

"Program Kampung Iklim (Proklim) merupakan program nasional yang dikelola Kementerian LHK dalam rangka menghadapi dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca," terangnya.

Keberhasilan yang diraih Desa Kalipoh, karena aksi adaptasi dan mitigasi di desa setempat selama dua tahun terakhir menghasilkan nilai 51 hingga 80 persen Tim Penilai Proklim Kementerian LHK atau kategori Proklim Madya.

Sedangkan di bawahnya adalah Proklim Pratama dengannilai maksimal 50 persen. Adapun Proklim Utama nilainya 81 sampai 100 persen dan Proklim Lestari adalah Proklim Utama yang berhasil membina 10 desa lainnya untuk menjadi kampung iklim.

Ia mengatakan melalui program tersebut Kementerian LHK ingin mengajak masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk berpartisipasi aktif dalam menghadapi perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca.

Menurutnya, Komponen utama proklim yakni adaptasi dan mitigasi. Sejumlah aksi yang menyangkut adaptasi adalah pengendalian kekeringan, banjir dan tanah longsor.

Selain itu juga peningkatan ketahanan pangan, antisipasi kenaikan permukaan air laut, intrusi air laut, abrasi akibat angin dan gelombang tinggi serta pengendalian penyakit terkait iklim.

Sedangkan dalam hal mitigasi diantaranya berupa pengelolaan limbah padat dan cair, penggunaan energi terbarukan, sistem pertanian rendah emisi gas rumah kaca. "Juga, peningkatan tutupan vegetasi, pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," terang Siti.(*)

Powered by Blogger.