Header Ads

Pesta Kembang Api Meriahkan Malam Cap Go Meh di Kelenteng Kong Hwie Kiong Kebumen

www.inikebumen.net KEBUMEN - Malam perayaan Cap Go Meh atau hari ke-15 pada tahun baru Imlek 1570 di Kelenteng Kong Hwie Kiong Kebumen dirayakan dengan meriah, Selasa malam, 19 Februari 2019. Pesta kembang api dan pesta rakyat membuat suasana semakin semarak.

Pesta Kembang Api Meriahkan Malam Cap Go Meh di Kelenteng Kong Hwie Kiong Kebumen
Cahaya kembang api menerangi atap Kelenteng Kong Hwie Kiong Kebumen pada malam perayaan Cap Go Meh, Selasa malam, 19 Februari 2019.
Sebelum pesta kembang api, perayaan Cap Go Meh di Kelenteng Kong Hwie Kiong Kebumen ditandai dengan makan lontong Cap Go Meh bersama. Pada malam Cap Go Meh, panitia juga menggelar pesta rakyat yang mengundang ribuan masyarakat untuk menikmati berbagai sajian kuliner nusantara secara gratis. Berbagai kuliner yang disediakan panitia, diantaranya soto, sop, batagor, bakso, siomay, dawet, kembang tahu dan aneka kuliner lainnya.

Setelah itu, dilanjutkan dengan atraksi dua naga bersinar atau naga yang dihiasi beraneka warna. Atraksi naga bersinar itu pun menarik perhatian warga sekitar. Ratusan warga, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa memadati halaman kelenteng yang letaknya berada di barat Kantor Kecamatan Kebumen itu. Selain itu, atraksi Barongsai juga semakin menyemarakan tradisi ribuan tahun itu.

Acara semakin meriah karena langit diatas klenteng berubah menjadi pemandangan menarik dengan pesta kembang api spektakuler. Hampir lima belas menit kembang api menghiasi langit Klenteng Kong Hwie Kiong membuat ratusan pasang mata terpana. Pesta kembang api spektakuler itu merupakan akhir dari  malam perayaan Cap Go Meh.

Ketua Yayasan TITD Kong Hwie Kiong Kebumen, Sugeng Budiawan, mengatakan perayaan Cap Go Meh bukan sekadar untuk mengakhiri perayaan Imlek. Melainkan bukti bahwa masyarakat bersatu dalam keberagaman dan ini patut dipertahankan.

"Perayaan Cap Go Meh bukan hanya milik warga Tionghoa. Namun, merupakan kebudayaan bersama dimana ada akulturasi budaya di dalamnya," terangnya.(*)
Powered by Blogger.