Tahun ini, 100 Persen SMP di Kebumen Gelar Ujian Nasional Berbasis Komputer

www.inikebumen.net KEBUMEN - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasiona (USBN) sudah semakin dekat. UN Utama jenjang SMP/MTs/Paket B dilaksanakan pada 22-25 April 2019. Sedangkan, pelaksanaan USBN Utama jenjang SD/MI/Paket A pada 22-24 April 2019.
Tahun ini, 100 Persen SMP di Kebumen Bakal Gelar Ujian Nasional Berbasis Komputer
Ilustrasi
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kebumen Ahmad Ujang Sugiono, mengatakan sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini pelaksanaan UN sekolah menggunakan komputer/Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Kebumen.

"Jika tahun lalu, belum semua sekolah menyelenggarakan UNBK, Insya Allah tahun ini sudah 100 persen. Kalau sebelumnya baru 85 persen sekolah," ujar Ahmad Ujang Sugiono, saat menjadi Pembina Upacara Bendera 17 Februari 2019, di Lapangan Setda Kebumen, Senin pagi, 18 Februari 2019.

Ia berharap, baik sekolah, peralatan, guru, peserta didik maupun orang tua/wali peserta didik sudah mulai persiapan. "Kita upayakan semaksimal mungkin agar anak-anak kita dapat berhasil dengan baik, lulus 100 persen," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Ahmad Ujang Sugiono, yang menjadi pembina upacara membacakan sambutan tertulis Bupati Yazid Mahfudz. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan informasi berkait dengan pembangunan bidang pendidikan.

Pada lomba sekolah sehat tahun 2018 jenjang TK, TK Negeri Pembina Kebumen mendapat juara 1 tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan, saat ini sedang persiapan menghadapi lomba serupa untuk jenjang TK tingkat nasional.

"Semoga dapat memperoleh juara. Sehingga menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan kualitas dan prestasinya," ujarnya.

Terkait, Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan, tahun 2019 ini Pemkab Kebumen tetap melaksanakan program tersebut. Menurutnya, program ini merupakan perbaikan pelaksanaan program PPG tahun-tahun sebelumnya.

"Untuk itu perlu dilakukan upaya meningkatkan tingkat kelulusan peserta dengan sinkronisasi materi belajar latihan dan ujian," terangnya.

Lebih jauh, untuk meminimalkan guru meninggalkan kelas dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan metode dalam jaringan (daring). Juga efektivitas pelaksanaan pertemuan tatap muka di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) .(*)
Powered by Blogger.