Header Ads

Angka Kemiskinan Menurun, Penerima BPNT di Kebumen Berkurang 9.364 Keluarga


Angka Kemiskinan Menurun, Penerima BPNT di Kebumen Berkurang 9.364 Keluarga
Para penerima manfaat bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) mencairkan bantuan dari pemerintah. (Ilustrasi)
www.inikebumen.net KEBUMEN - Jumlah Keluarga Peneriman Manfaat (KPM) pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial di tahun ini berkurang.

Pada 2019 ini, jumlah penerima BPNT sebanyak mencapai 108.871 KPM. Sedangkan pada 2018, jumlah penerimanya mencapai 118.235 KPM atau berkurang 9.364 KPM.

Berkurangnya jumlah penerima BPNT diantaranya karena sebagian penerima ada yang pindah dan ada yang meninggal. Selain itu, ada juga sebagian penerima yang kondisi ekonominya sudah bagus dan tidak mendapatkan BPNT lagi. Hal ini juga seiring berkurangnya angka kemiskinan di Kabupaten Kebumen dari 19,8 persen menjadi 17,4 persen.

"Bantuan yang diterima senilai Rp 110.000 untuk dibelanjakan beras dan telur," kata Yazid Mahfudz, pada acara Sosialisasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Dan Pendataan BDT di Kabupaten Kebumen tahun 2019 di Gedung Pertemuan Setda, Jumat pagi, 8 Maret 2019.

Menurutnya, kartu yang disalurkan sebanyak 105.174 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Khususnya peserta BPNT yang berasal dari PKH sebanyak 69.940 KPM dan ini belum bisa 100 persen tersalurkan karena ada 9.361 gagal burekol.

"Dinas Sosial telah memperbaiki data tersebut dan sudah diserahkan Kementrian Sosial tetapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut Kementerian Sosial," ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2018 realisasi pemanfaatan BPNT sebesar Rp 75.727.992.017. Sedangkan dana tidak dimanfaatkan sebanyak Rp 1.052.166.467. Dana yang tidak dimanfaatkan karena beberapa persoalan, yakni Kartu belum terdistribusi, Permasalahan Kartu Hilang, Permasalahan Kartu Rusak, Pin eror, Kartu Ganda dan Hasil Musdes.

"BPNT diluncurkan sebagai upaya untuk menyalurkan bantuan pangan, bantuan yang diawali bantuan bersubsidi Rastra atau program Raskin agar lebih tepat sasaran  kelompok sasaran , tepat jumlah, tepat waktu," paparnya.

Melalui program ini, lanjut dia, diharapkan dapat memberikan keleluasaan penerima manfaat dalam memilih jenis, kualitas, harga dan tempat membeli.

"Program ini juga diharapkan dapat sekaligus meningkatkan ekonomi rakyat dengan memberdayakan Kios/Warung. Sehingga dapat melayani transaksi secara elektronik melalui sistem –sistem perbankan," imbuhnya.(*)
Powered by Blogger.