Berkat Gerakan Sedekah, Bejiruyung Masuk Tiga Besar Lomba Gotongroyong Tingkat Jateng

Berkat Gerakan Sedekah, Bejiruyung Masuk Tiga Besar Lomba Gotongroyong Jateng
Penyambutan rombongan Ketua TP PKK Kabupaten Kebumen dan Tim Penilai Lapangan lomba pelaksana terbaik gotong royong masyarakat tingkat Jawa Tengah di Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor.  (Foto: Istimewa)
www.inikebumen.net SEMPOR - Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor berhasil masuk tiga besar lomba pelaksana terbaik gotong royong masyarakat tingkat Provinsi Jawa Tengah 2019.

Dalam lomba yang diikuti oleh 35 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah tersebut, Kabupaten Kebumen dinilai unggul dan siap untuk memperebutkan predikat sebagai pelaksana terbaik tingkat Jateng.

Penilaian pelaksana terbaik sudah memasuki tahap final yaitu dengan melaksanakan verifikasi ke desa terkait yang sebelumnya telah dipaparkan Pemkab Kebumen. Tim penilai melakukan penilaian lapangan dengan cara mendatangi langsung Desa Bejiruyung, Senin, 26 Maret 2019. 

Kepala Desa Bejiruyung, Sofingi, menjelaskan desa yang dipimpinnya berhasil masuk nominasi tiga besar di Provinsi Jawa Tengah karena inovasi Gerakan Bejiruyung Bersedekah. Yakni program yang diinisasi oleh Kepala Desa dan digerakkan oleh para pemuda yang tergabung dalam karang taruna setempat.

Dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi amunisi yang sangat menguatkan para penggerak yang disebut dengan “kurir langit”. Para pemuda yang masih duduk di bangku sekolah dengan suka rela mengorbankan sebagian waktunya untuk menjemput sedekah setiap Jumat dari para dermawan di desa setempat.

Sedangkan, hasilnya dimanfaatkan untuk amal bagi seluruh warga Desa Bejiruyung juga desa lain yang membutuhkan. Pemanfaatan sedekat tersebut diwujudkan dalam bentuk pelayanan gratis ambulan desa yang dilaksanakan setiap waktu.

Selain itu juga diberikan santunan orang sakit, santunan orang meninggal, dan beasiswa bagi anak yatim tanpa memandang suku, agama, ataupun ras/golongan.

Asisten 1 Sekda, Hery Setyanto, mengapresiasi inovasi Desa Bejiruyung, yang mampu mengantarkan tiga besar lomba tersebut di tingkat Jawa Tengah.
Ia berharap, berharap agar inovasi di Desa Bejiruyung dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Kabupaten Kebumen.

"Harapan saya gerakan ini menjadi motivasi bagi segenap warga Desa Bejiruyung dalam bahu membahu membangun fisik dan non fisik desa ini, sehingga pekerjaan rumah kita dalam memajukan kesejahteraan masyarakat desa dapat terwujud," ujarnya.

Menurutnya, prestasi Kabupaten Kebumen telah dibuktikan berturut-turut sejak 2017. Yakni pada 2017, berhasil mendapat peringkat ketiga, yang diwakili oleh Desa Ampelsari, Kecamatan Petanahan. Kemudian, pada 2018 meningkat menjadi peringkat kedua, yang diwakili oleh Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah.

"Semoga pada tahun 2019 ini Kabupaten Kebumen yang diwakili oleh Desa Bejiruyung dapat meningkat menjadi yang terbaik I di Provinsi Jawa Tengah," kata dia.(*)

Powered by Blogger.