Malam Ini, Teater Ego Pentaskan Monolog "Sumarah" di Rumah Budaya Kebumen

Malam Ini, Teater Ego Pentaskan Monolog Sumarah
Teater Ego akan mementaskan monolog di Rumah Budaya Bumi Bimasakti, Kauman Kebumen, malam ini, Kamis, 28 Maret 2019.
www.inikebumen.net KEBUMEN - "... Ya memang saya babu. Tapi justru itu saya hebat. Saya hebat karena berani mengambil keputusan untuk menjadi babu. Saya berani memilih keputusan untuk berada pada tempat terbawah dalam struktural manusia. Belum tentu semua orang menjadi manusia di bawah manusia..."

Itulah salah satu petikan monolog Sumarah yang akan dipentaskan Teater Ego di Rumah Budaya Bumi Bimasakti, Kauman Kebumen, malam ini, Kamis, 28 Maret 2019. Pentas monolog ini digelar dalam rangka memperingati Hari Teater Dunia, 27 Maret 2019.

"Semula direncanakan Rabu, 27 Maret 2019 malam, ternyata berbarengan dengan acara peringatan Isro' Mi'roj di Masjid Agung Kebumen. Sehingga akhirnya diundur sehari," jelas koordinator Teater Ego, Putut AS.

Rumah Budaya Bumi Bimasakti yang menjadi sekretariat sementara Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen dan tempat berkumpulnya mereka yang peduli seni budaya Kebumen, memang terletak di belakang Masjid Agung Kebumen. Karena itu terasa kurang etis jika membuat pementasan berbarengan dengan adanya acara di Masjid Agung.

Naskah monolog Sumarah yang ditulis Tentrem Lestari pada tahun 2004 ini bercerita tentang seorang TKW (Tenaga Kerja Wanita) sekarang dipopulerkan dengan istilah PMI (Pekerja Migran Indonesia). Yang diadili karena membunuh majikannya sehingga terancam hukuman mati. Dalam persidangan itulah Sumarah berbicara mengeluarkan semua uneg-unegnya, tanpa mau disebut sebagai pembelaan.

Malam Ini, Teater Ego Pentaskan Monolog Sumarah
Pentas monolog ini digelar dalam rangka memperingati Hari Teater Dunia, 27 Maret 2019.
"Dengan kondisi rumah budaya yang sebenarnya bukan tempat pementasan, maka kegiatan ini menjadi sebuah eksperimen," imbuh Putut.

Dalam pentas ini bertindak selaku pimpinan produksi Ade Pras, penata musik Deva Al Fath, artistik Supri dan Mupetz dengan stage manager Charis Mun'im.

Bertindak sebagai aktor yang akan memerankan Sumarah adalah Wiwit Wiji Astuti, yang pernah menjadi juara ketiga lomba monolog pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XIV tahun 2018 di Yogyakarta.

Penonton tidak dipungut biaya (gratis), bagi peminat teater yang ingin menyaksikan bisa langsung ke Rumah Budaya Bumi Bimasakti. Pementasan direncanakan pada pukul 19.45-20.15 dilanjutkan dengan dialog budaya.(*)

Powered by Blogger.