Header Ads

Tak Semua Polisi di Kebumen Diizinkan Gunakan Senjata Api

Tak Semua Polisi di Kebumen Diizinkan Gunakan Senjata Api
Polres Kebumen menggelar latihan menembak di lapangan tembak batu cadas Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, Sabtu, 30 Maret 2019.
www.inikebumen.net KEBUMEN - Tidak semua anggota polisi diizinkan menggunakan senjata api. Dalam penugasan sehari-hari, ada ketentuan khusus yang harus dimiliki untuk dapat memegang senjata api organik.

"Selain harus lulus tes psikologi, anggota Polri juga harus benar-benar dapat menguasai senjata dan berkepribadian baik," ujar Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede, saat memimpin jalannya latihan menembak, di lapangan tembak batu cadas Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, Sabtu, 30 Maret 2019.

Belasan anggota Polri yang terdiri para Kasat, Kanit serta perwakilan Polwan di lingkungan Polres Kebumen mengikuti latihan dan diberikan penilaian kepadanya.

Kapolres Kebumen langsung mengecek satu persatu hasil menembak para personil pada kesempatan itu.

"Jika dari hasil penilaian menembak di lapangan tidak dapat memenuhi sesuai standard yang ditentukan, maka anggota tidak diperkenankan menggunakan senjata api organik," jelasnya.

Adapun yang dilatihkan dan diberikan penilaian saat menembak siang tadi, adalah sikap menembak berdiri jarak 15 meter dan 25 meter. Para personil Polres Kebumen harus tepat membidik sasaran tembak dengan peluru yang disediakan oleh panitia. Latihan yang digelar sejak pagi hingga siang itu, sekaligus untuk mengecek senjata api.

"Ini sebetulnya latihan menembak rutin. Latihan kali ini sekaligus untuk mengecek kesiapan anggota dalam hal penguasaan senjata api, serta fungsi senjata api itu sendiri," ujarnya.

Belum lama ini Polres Kebumen menerima senjata api genggam jenis HS buatan buatan Negara Kroasia dan buatan Pindad untuk menunjang penugasan sehari-hari.(*)
Powered by Blogger.