1.095 Calon Haji Kebumen Ikuti Tes Kebugaran Metode Rockport

1.095 Calon Haji Kebumen Ikuti Tes Kebugaran Metode Rockport
Calon jamaah haji mengikuti kegiatan fisik di Alun-alun Kebumen, Sabtu 27 April 2019.
www.inikebumen.net KEBUMEN - Sebanyak 1.095 calon jamaag haji mengikuti tes kebugaran metode rockport dengan berjalan sejauh 1,6 kilometer di Alun-alun Kebumen. Tes kebugaran tersebut untuk memastikan kondisi fisik calon jamaah haji sebelum diberangkatkan ke tanah suci. Kegiatan tersebut dilepas oleh Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiono, Sabtu pagi, 27 April 2019.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen Y Rini Kristiani, menjelaskan, tes kebugaran ini dibagi menjadi tiga lokasi. Yaitu di Lapangan Manunggal Gombong, sebanyak 267 orang. Kemudian, di Alun-alun Kebumen sebanyak 643 orang dan di Alun-alun Prembun sebanyak 185 orang.

Dalam tes kebugaran yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB, masing-masing calon jamaah diminta berjalan atau lari kecil mengitari Alun-alun sebanyak empat kali putaran. Atau menempuh jarak 1600 meter (1,6 kilometer).

Menurutnya, angka kesakitan dan angka kematian jemaah haji dipengaruhi oleh faktor internal (kebugaran jasmani) dan faktor eksternal. Salah satu cara untuk meningkatkan kebugaran jasmani jamaah haji adalah dengan latihan fisik. Misalnya jalan, senam, maupun kegiatan fisik lainnya sesuai dengan kemampuan jamaah.

Metode rockport ini untuk mengukur daya tahan jantung dan paru. Kegiatan ini diawali dengan pengukuran denyut nadi dan tekanan darah sebelum pemanasan dan diakhiri dengan pengukuran denyut nadi sesudahnya.

Hasil yang dicatat adalah waktu tempuh yang dicapai oleh peserta sesuai jarak tempuh. Jika mereka tidak bugar, para petugas memberikan tips supaya bisa bugar kala menjalankan ibadah.

"Pemeriksaan kesehatan dan pembinaan kesehatan sangat penting untuk menjaga kondisi prima jemaah haji saat melakukan ibadah haji," kata Rini Kristiani.

Rini menegaskan, tes kebugaran sangat penting bagi calon jamaah haji. Karena sebagian besar aktivitas ibadah haji merupakan aktivitas fisik. Yang berarti membutuhkan stamina dan kebugaran fisik prima.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan ibadah haji merupakan ibadah dengan aktivitas fisik yang banyak. Karenanya sangat diperlukan kesehatan dan kebugaran fisik. Pemkab Kebumen sangat memperhatikan hal ini. Dalam kaitan tersebut, sebagai bentuk pelayanan yang baik kepada calon jamaah haji, kegiatan ini diselenggarakan.

"Setiap jamaah haji ingin menjadi haji yang mabrur. Sementara itu, syarat berhaji adalah istitha’ah yang berarti memiliki kemampuan. Baik dari segi jasmani, rohani, ekonomi dan keamanan," ujar Ujang Sugiono.

Ia memaparkan, istitha’ah dari aspek kesehatan dapat dimaknai bebas dari cedera, sehat dan bugar. Pemeriksaan Kebugaran ini adalah elemen dasar untuk menilai ketahanan dan kekuatan fisik calon jamaah haji.

"Melakukan tes kebugaran sangat baik untuk menilai sekaligus meningkatkan kinerja jantung, paru-paru dan otot. Oleh karena itu Tes Kebugaran ini dapat dijadikan faktor yang dapat menentukan derajat kesehatan seseorang," kata dia.(*)
Powered by Blogger.