2.645 Guru Ngaji di Kebumen Terima Insentif dari Pemprov Jateng

2.645 Guru Ngaji di Kebumen Terima Insentif dari Pemprov Jateng
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, secara simbolis menyerahkan bantuan insentif kepada guru ngaji di Pondok Pesantren Al Huda Jetis Desa Kutosari, Kecamatan Kebumen, Senin, 15 April 2019.
www.inikebumen.net KEBUMEN - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, menyerah bantuan insentif kepada 2.645 guru ngaji di Kabupaten Kebumen. Penyerahan dilakukan di Pondok Pesantren Al Huda Jetis Desa Kutosari, Kecamatan Kebumen, Senin, 15 April 2019.

Taj Yasin mengatakan total bantuan insentif guru ngaji mencapai Rp 205 miliar untuk 171.131 orang se-Jawa Tengah. Penerima bantuan itu merupakan guru ngaji pondok pesantren, madrasah diniyah dan TPQ.

"Awalnya sempat dianggap janji manis belaka oleh sebagian pihak. Bahkan, ada pula guru ngaji yang enggan dimasukkan datanya karena belum yakin terkait realisasi program tersebut," ujar Gus Yasin, dalam sambutannya.

Namun, setelah bantuan insentif itu dicairkan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mulai Maret lalu, guru ngaji yang semula tak yakin baru percaya dan ingin dimasukkan data sebagai penerima. Selanjutnya, mereka pun baru bisa menerima insentif tersebut pada 2020 nanti.

“Ternyata, kepercayaan itu butuh bukti. Janji untuk tetep ‘mboten korupsi, mboten ngapusi’ yang saya pegang bersama Mas Ganjar tetap kami laksanakan. Baik itu kepada yang mendukung, maupun tidak, semua kita rangkul,” kata dia.

Ia menambahkan, pembangunan di Jateng tidak hanya infrastruktur, tetapi seiring sejalan dengan pembangunan sumber daya manusia. Tahun depan, pihaknya juga akan memberikan bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) baik untuk negeri maupun swasta. Termasuk Ponpes, TPQ dan Madin.

Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, menyamoaikan Pemkab Kebumen sendiri juga memberikan perhatian terhadap pembangunan bidang keagamaan. Diantaranya dengan memberikan bantuan operasional TPQ.

"Kami berharap, kegiatan ini akan semakin mengoptimalkan para asatidz, TPQ dan tempat pendidikan kegamaan lainnya, dalam mendukung pembangunan keagamaan. Khususnya membentuk generasi muda yang cerdas, bertakwa dan berahlakul karimah," kata Yazid Mahfudz.(*)
Powered by Blogger.