Diusia Senjanya, Pria Asal Karangsambung ini Tetap Setia Bermain Siter

Diusia Senjanya, Pria Asal Karangsambung ini Tetap Setia Bermain Siter
San Marta (97), saat mengisi acara penyambutan kunjungan Vice President of Global Geoparks Network Association Ibrahim Komoo, di Pasar Jaten Alian, Rabu malam, 27 Maret 2019.
www.inikebumen.net KARANGSAMBUNG - Kesenian tradisional siteran, yang pernah berkembang subur di tanah Jawa perlahan mulai pudar. Termasuk di Kebumen, yang saat ini sudah sangat langka.

San Marta (97), warga Desa Banioro, Kecamatan Karangsambung, menjadi salah satu pemain siter yang tersisa di Kebumen. Diusia senjanya, pria yang tidak memiliki anak ini tetap setia manjaga profesinya itu.

"Saya main siteran dari kecil, dari jaman Pak Karno (Presiden Pertama RI)," tuturnya, disela-sela mengisi acara penyambutan kunjungan Vice President of Global Geoparks Network Association Ibrahim Komoo, di Pasar Jaten Alian, Rabu malam, 27 Maret 2019 lalu.

Ia mengaku terus berupaya menghidupkan kesenian tradisional tersebut. Salah satu upaya yang dilakukannya hanya dengan cara ngamen dari satu tempat ke tempat lainnya.

"Kadang-kadang ada yang nanggap. Tapi juga sangat jarang," ujarnya dalam bahasa jawa.

Saat ini, San Marta memainkan siter seorang diri. Sebab, teman-teman seprofesinya sudah banyak yang meninggal dunia. "Makanya kalau sekarang ada permintaan membawa rombongan, saya tidak sanggup. Karena sudah tidak ada," kata dia.

San Marta medapatkan kepiawaian memetik sitar secara otodidak. Ia telah ngamen berkeliling sampai ke Banyumas hingga Purworejo. Meski sidah tak muda lagi, San Marta masih lantang melantunkan beberapa tembang jawa. Seperti caping gunung, jineman uler kambang dan lagu jawa lainnya.

"Lagunya macam-macam. ada pangkur, asmaranda, sinom, kutut manggung," pungkasnya.(*)


Powered by Blogger.