Eko Haryono Ciptakan Tarian Khusus Geopark Karangsambung-Karangbolong

Eko Haryono Ciptakan Tarian Khusus Geopark Karangsambung-Karangbolong
Penampilan perdana Tari Geopark Karangsambung-Karangbolong pada pembukaan Festival Lukulo 2019 di Bukit Pentulu Indah Karangsambung, Sabtu malam, 20 April 2019.
www.inikebumen.net KEBUMEN - Untuk mendukung status geopark nasional, seniman tari Eko Haryono menciptakan Tari Geopark Karangsambung-Karangbolong. Tari kontemporer ini telah dipentaskan perdana pada pembukaan Festival Lukulo 2019 di Bukit Pentulu Indah Karangsambung, Sabtu malam, 20 April 2019.

Staf Kebudayaan pada Dinas Pendidikan ini menjelaskan, tari tersebut menggambarkan masyarakat diwilayah Geopark Karangsambung  Karangbolong dengan berbagai latar belakang pekerjaan.  Mereka memiliki rasa semangat untuk bersatu padu mewujudkan kawasan geopark dengan potensi dan keunikan kearifan lokal. Baik pertanian, wisata, geografis ,budaya dan adat istiadat serta kesenian khas yang harus tetap lestari dan berkembang.

"Dengan gerakan tarian yang energik dan dinamis berakar dari tradisi dan kehidupan warga Kebumen yang agamis dan multi culture," terang Eko Haryono, Senin, 22 April 2019.

Menurutnya, tarian ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan bersatu padu mewujudkan Geopark Karangsambung Karangbolong menuju geopark global .

Selain itu, tarian ini juga menggambarkan bahwa Geopark Karangsambung Karangbolong  salah satu instrumen pembangunan ekonomi berkelanjutan. Yakni dengan menitikberatkan aspek konservasi, aspek pendidikan dan aspek pertumbuhan ekonomi lokal (pariwisata) yang melibatkan peran serta aktif masyarakat setempat.

"Sehingga berpengaruh pada kemandirian ekonomi lokal yang berwawasan lingkungan," sambungnya.

Geopark Karangsambung-Karangbolong oleh pemerintah pusat ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada 30 November 2018  di Taman dan Museum  Tambang Emas Geopark Pongkor Desa Bantar Karet Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Geopark Karangsambung-Karangbolong yang berada di kawasan seluas 543.599 kilometer pesegi, mencakup 117 desa di 12 kecamatan di Kebumen. Kawasan ini akan dikelola sebagai kawasan konservasi, edukasi dan ekonomi masyarakat.

Geopark ini terdiri dari situs warisan geologi dan bentang alam di kawasan Cagar Alam Geologi Nasional Karangsambung dan Kawasan Bentang Alam Karst Gombong Selatan. Di tempat ini banyak dijumpai aneka warisan geologi berumur jutaan tahun, keanekaragaman geologi, hayati serta budaya.(*)
Powered by Blogger.