Innalillahi, Dua Anggota Linmas Penjaga TPS di Kebumen Meninggal Dunia

Innalillahi, Dua Anggota Linmas Penjaga TPS di Kebumen Meninggal Dunia
Penghormatan terakhir kepada Muhammad Ali Nafiah, Anggota Linmas Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen, yang meninggal dunia karena kelelahan usai menjaga TPS. (Foto: Istimewa)
www.inikebumen.net KEBUMEN - Dua anggota Linmas di Kebumen meninggal dunia setelah mendapat perawatan lantaran kelelahan. Keduanya diketahui petugas Linmas di dua TPS berbeda.

Yakni Muhammad Ali Nafiah (65) warga Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen, yang bertugas di TPS 18 desa setempat. Ali Nafiah meninggal dunia pada Jumat malam, 26 April 2019. Sebelum menghembuskan nafas terkahirnya, Ali Nafiah mendapat perawatan di RSUD Dr Soedirman Kebumen karena kelelahan setelah bertugas.

Petugas Linmas selanjutnya yang gugur setelah menjalankan tugas pada Pemilu Serentak 17 April 2019, adalah Martono. Warga Dukuh Pejaten Desa Sarwogadung, Kecamatan Mirit ini tutup usia pada Sabtu, 27 April 2019 sekitar pukul 02.00 dini hari. Sama seperti Ali Nafiah, Martono meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis. Keduanya telah dimakamkan di pemakaman umu desa masing-masing.

Ketua KPU Kabupaten Kebumen, Yulianto, mengaku sangat prihatin atas musibah tersebut. Adanya kasus tersebut pihaknya juga sudah melaporkannya kepada KPU Provinsi Jawa Tengah.

Sebelumnya, diduga mengalami kelelahan usai bertugas pada pemungutan suara, sejumlah penyelenggara pemilu di Kabupaten Kebumen bertumbangan. Bahkan, dua anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengalami keguguran dan pendarahan.

Aggota KPPS Desa Sadangwetang, Kecamatan Sadang, Umi Rojanah, mengalami keguguran usai mendistribusikan undangan (form C6) untuk para pemilih. Pada malam sebelum hari pemungutan suara, Umi yang saat sedang hamil 2 bulan mengalami pendarahan karena kelelalahan.

Hal yang sama juga dialami, Siti Mungawanah, anggota KPPS Desa Madureja, Kecamatam Kuwarasan. Karena kelelahan saat menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pemilu, dia mengalami pendarahan pada usia kandungan 4 bulan.

"Pada malam sebelum pemungutan suara yang bersangkutan sudah mengalami flek. Terus akhirnya dirawat," terang Anggota KPU Kabupaten Kebumen, Solahudin, Rabu, 24 April 2019.

Selain itu, terdapat empat anggota KPPS lain yang jatuh sakit saat menjelankan tugas. Singgih Atmaji, Anggota KPPS Desa Grujugan, Kecamatan Petanahan, dirawat di RS PKU Muhammadiyah Sruweng. Kemudian, Hirnawati, anggota KPPS Desa Kaleng Kecamatan Puring, dirawat di RS PKU Petanahan.

Selanjutnya, Muryati, anggota KPPS Desa Kedaleman Kulon, Kecamatan Puring dan Novi Susanti, Anggota KPPS Desa Blengorkulon, Kecamatan Ambal, yang mendapat pelayanan rawat jalan. "Rata-rata karena kelelahan," ujar Solahudin.

Ia menyebutkan sejumlah faktor yang membuat banyak Anggota KPPS jatuh sakit di Kebumen selama penyelenggaraan Pemilu dan Pilpres 2019. Diantaranya lantaran pemilu dan pilpres pada tahun ini digelar secara serentak untuk memilih presiden, DPR, DPRD, dan DPD. Hal ini berpengaruh pada tenaga, waktu, hingga pikiran serta beban petugas.

"Secara tidak langsung tingkat pekerjaan, kemudian pikiran, tenaga, juga harus ekstra," kata Solahudin, sseraya menambahkan, saat ini KPU Kebumen sedang mengusulkan ada bantuan dana sosial kepada KPU RI bagi petugas yang sakit saat menjalankan tugasnya.(*)


Powered by Blogger.