Header Ads

Jelang Masa Tenang, Pendopo Bupati Kebumen Bertabur Puisi Damai

Jelang Masa Tenang, Pendopo Bupati Kebumen Bertabur Puisi Damai
Sekretaris PD Muhammadiyah Kebumen, Mul'an Anafati, membacakan puisi pada acara "Tumpah Ruah Puisi Damai dari Kebumen".
www.inikebumen.net KEBUMEN - Suasana kondusif perlu dijaga menjelang berakhirnya masa kampanye dan akan dilaksanaannya pemilihan umum (pemilu) pada 17 April 2019.

Berkaitan dengan itu, Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen menyelenggarakan acara bertajuk "Tumpah Ruah Puisi Damai dari Kebumen". Pentas puisi digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Jumat malam, 12 April 2019.

Acara tersebut dihadiri antara lain perwakilan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dewan Kesenian Daerah (DKD), Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), organisasi otonom Muhammadiyah, aktivis seni budaya, komunitas lintas etnis dan budaya.

Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporawisata) Azam Fathoni, menyambut gembira kegiatan tersebut.

"Insan seni diharapkan bisa lebih mengoptimalkan kreativitasnya. Sehingga bisa menjadi bagian dari solusi atas berbagai permasalahan masa kini dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," harap Bupati Kebumen.

Melihat perpaduan penampilan LSBO dalam mengemas acara tersebut, Azam Fathoni berharap LSBO juga bisa berpartisipasi mengisi acara di Kampung Jawa. Sebagaimana diketahui, pada setiap Sabtu Kliwon, Kampung Jawa yang berlokasi di Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal mengadakan selapanan yang diisi dengan pertunjukan seni tradisional.

Sesepuh Muhammadiyah, KH Mudhofir dalam sambutannya mengingatkan, bahwa keliru kalau mengidentikkan agama Islam dengan tindak kekerasan. "Nabi Muhammad SAW bersabda barangsiapa menyakiti hati orang dzimmi, berarti sudah menyakiti hatiku," terang KH Mudhofir.

Dijelaskan KH Mudhofir, di masa Rasulullah SAW, orang kafir pada masa itu digolongkan menjadi dua, yaitu harbi dan dzimmi. Kafir harbi memerangi umat Islam sedangkan kafir dzimmi mau hidup berdampingan dengan umat Islam.

"Jadi tidak ada alasan untuk tidak saling bekerja sama lintas umat beragama," tegas KH Mudhofir.

Ketua LSBO PDM Kebumen Slamet Pramono, berharap melalui acara tersebut bisa menjadi jeda dari hiruk pikuk masa kampanye pemilu yang diwarnai dengan saling hujat di media sosial, mereka yang berbeda pilihan.

"Kami juga merintis gerakan puisi perdamaian yang dimulai dari sekolah-sekolah di lingkungan Muhammadiyah. Setiap siswa diminta membuat dua puisi perdamaian," ungkap Slamet.

Malam itu Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen menjadi ajang unjuk kemampuan baca puisi. Umumnya yang dibacakan adalah karya KH Mustofa Bisri, Emha Ainun Najib dan Sutarji Sutardji Calzoum Bachri.

Diawali dengan KH Mudhofir membaca terjemahan surat Al Fatihah, perwakilan undangan bergantian membaca puisi. Tercatat ada Azam Fathoni (Disporawisata), Agus Sunaryo (Dinas Pendidikan), Agus Hasan (KPUD), Maesaroh (Bawaslu), Mul'an Anafati (PDM) Sat Siswonirmolo (DKD), Putut AS (warga NU), perwakilan Polres Kebumen dan perwakilan komunitas masyarakat Batak di Kebumen.(*)
Powered by Blogger.