Kehadiran Ibu Bupati Mulai Bisa Dirasakan Masyarakat Kebumen

Kehadiran Ibu Bupati Mulai Bisa Dirasakan Masyarakat Kebumen
Ketua TP PKK Kabupaten Kebumen bersama hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKK sebelum acara peluncuran dan bedah buku. 
www.inikebumen.net KEBUMEN - Ibu Bupati dalam arti istri Bupati Kebumen, kini mulai bisa dirasakan kehadirannya oleh masyarakat Kebumen.

Figur Zuhroh Yazid Mahfudz, istri Bupati Kebumen Yazid Mahfudz bisa memerankan fungsi tersebut dengan sangat baik.

Hadir dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku "Pemberdayaan Perempuan dan Ketahanan Keluarga" karya Yuniati Zainul Khasanah, di Gedung PKK Kebumen, Kamis, 4 April 2019, Zuhroh bukan hanya memberikan sambutan, tapi juga mengikuti kegiatan sampai selesai. Bahkan dengan telatennya melayani ajakan peserta yang ingin foto bersama usai acara selesai.

"Kegiatan ini mudah-mudahan bisa memberi kita makna silaturahim yang lebih mendalam, tak hanya bertemu muka tapi juga bertukar wawasan dan gagasan," ujar Zuhroh dalam sambutannya.

Melalui kegiatan peluncuran dan bedah buku tersebut, bagi Zuhroh bisa membuatnya mampu membaca gagasan yang ditulis dalam buku dan mendengar wawasan dan gagasan para nara sumber yang membedahnya.

"Dengan interaksi seperti itu akan mendorong kita lebih membuka wawasan dalam memandang berbagai permasalahan, sehingga tidak lekas menyimpulkan untuk tidak bisa melakukan sesuatu, baik berupa program dan kegiatan dari sebuah organisasi, atau langkah kongkret dalam urusan pribadi dan keluarga," lanjut Zuhroh.

Dikatakan Zuhroh, dengan silaturahim gagasan tersebut membuat hidup lebih dinamis dan semakin bersemangat menjalaninya. Menurutnya kondisi itulah yang barangkali dimaksud dari sebuah hadits, "Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah bersilaturahim."

Menyinggung posisi istri bupati sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kebumen, Zuhroh mengemukakan keterkaitannya. Kegiatan peluncuran dan bedah buku yang ditulis Yuniati Zainul Khasanah, Wakil Ketua TP PKK Desa Kutosari, bisa membuka pintu hubungan TP PKK dan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten Kebumen.

"Kegiatan ini juga bisa membuka pintu hubungan lebih lanjut dengan Disarpus dan Dispermades P3A. Dalam gerakan PKK juga perlu ada gerakan literasi yang menjadi salah satu bidang garap Disarpus. Sementara dari sisi materi gerakan literasi itu bisa masalah yang menjadi perhatian TP PKK bersama Dispermades dan P3A," tegas Zuhroh.

Kegiatan yang diikuti sekitar 130 orang peserta yang sebagian besar dari TP PKK Kecamatan se Kabupaten Kebumen, organisasi-organisasi perempuan selain masyarakat umum, menjadi ajang penyadaran kegiatan literasi dalam berbagai bentuk.

"Yang perlu baca buku ini, bukan hanya ibu-ibu, tapi juga bapak-bapak. Tapi kalau melihat sampul bukunya, bapak-bapak tertarik membaca tidak?" tanya Septi Masyitoh yang akrab dipanggil Bunda Eppi, salah satu nara sumber dalam bedah buku. Hampir semua peserta tampaknya hendak menjawab tidak, tapi hanya diekspresikan dengan senyum dan tawa kecil.

Perlunya mengedukasi masyarakat tentang literasi semakin nyata, karena hampir seluruh peserta tidak tahu ada media cetak lokal di Kebumen, apalagi media online.

Bunda Eppi lantas mengecek pengetahuan peserta tentang penulisnya.

"Kalau saya tanya Yuniati itu siapa? Apa jawab ibu-ibu dan bapak-bapak?" tanya Bunda Eppi.

Sebelum peserta menjawab, Bunda Eppi sudah mendahului. "Yuniati itu istri Pak Marzuki, Yuniati itu menantu Pak Mutawalli, Yuniati itu calon legislatif."

Hadirin terkejut, mengira itu sebuah kampanye namun ternyata tidak. "Saya hanya menyebut Yuniati itu calon legislatif lho, tidak menyebut partainya jadi bukan kampanye," jelas Bunda Eppi.

Contoh yang diberikannya, menurut Bunda Eppi untuk lebih menegaskan perlunya membaca agar mengetahui informasi di sekitarnya.

Selain Bunda Eppi ada tiga nara sumber lain yang membedah buku, yakni Sabrur Rohim (penulis asal Kebumen yang sekarang domisili di Yogya), Widyastuti (Wakil Kepala MIN 1 Kebumen) dan Heri Pramono (Kepala SD Mutu Karanganyar). Bedah buku dipandu moderator Akhmad Khoirul Fahmi, mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi Unsoed Purwokerto.(*)
Powered by Blogger.