Sampel Makanan Penyebab Keracunan Puluhan Santri di Kebumen Dikirim ke Semarang

Sampel Makanan Penyebab Keracunan Puluhan Santri di Kebumen Dikirim ke Semarang
Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, membesuk korban keracunan di RSUD Dr Soedirman Kebumen, Kamis pagi, 4 April 2019.
www.inikebumen.net KEBUMEN - Sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal di Pondok Pesantren Roudhotul Ulum Desa Karangtanjung, Kecamatan Alian, dikiriim ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Semarang.

"Sudah dikirim ke Semarang oleh Dinas Kesehatan Kebumen," terang Kapolres Kebumen AKBP Robert Pardede, melalui Kasubag Humas AKP Suparno,  Kamis, 4 April 2019.

Suparno menjelaskan, sampel makanan  dikirimkan oleh Dinkes Kebumen ke BPOM Semarang untuk mengetahui makanan mana yang menyebabkan korban merasa pusing, mual, dan diare tersebut.

"Polres Kebumen masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan yang dibawa ke Balai Pom Semarang," sambungnya.

Sementara itu, setelah mendapat perawatan di RSUD Dr Soedirman Kebumen, sejumlah santri yang keracunan sudah diperbolehkan pulang.

"Informasi yang kami terima sebagian korban sudah bisa dipulangkan. Namun kami belum tahu secara pasti berapa korban yang telah pulang," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, 55 santri dari Pondok Pesantren Roudhotul Ulum dan anak Panti Nurul Barokah keracunan setelah mengkonsumsi sate dan gulai kambing yang dibagikan oleh Panti Nurul Barokah.

Akibatnya 48 santri dilarikan ke RSUD Kebumen dan 7 anak Panti Nurul Barokah dibawa ke Klinik Siti Khodijah Kebumen mendapatkan perawatan medis.

Pihak Panti Nurul Barokah, Fatahudin telah membeli 300 bungkus kotak nasi di salah satu warung sate di daerah Kelurahan Panjer Kebumen kepada santri Ponpes Roudhotul Ullum.

Nasi kotak tersebut ia bagikan kepada para santri dan tetangganya. Setelah menyantap, para santri dan anak Panti keracunan.(*)
Powered by Blogger.