Usai Terima Bantuan Bioflok Masuk Pesantren, Ponpes Al Hikmah Ingin Kembangkan Nutrisi Lele

Usai Terima Bantuan Bioflok Masuk Pesantren, Ponpes Al Hikmah Ingin Kembangkan Nutrisi Lele
Ponpes Al Hikmah Arjomulyo, Kecamatan Adimulyo, mulai panen lele. 
www.inikebumen.net ADIMULYO - Paket program "Bioflok Masuk Pesantren" dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang Desember 2018 lalu diterima Pondok Pesantren Al Hikmah Desa Arjomulyo, Kecamatan Adimulyo, sudah mulai menuai hasil.

Melalui paket program ini, ponpes mendapat paket bantuan 12 bak kolam berdiameter 3 meter, benih lele, pakan dan obat ikan, probiotik dan sarana operasional.

"Pada Senin, 15 April 2019, kami telah melakukan panen perdana. Dari 3 kolam yang dipanen, berhasil diperoleh 2 kwintal," jelas penanggung jawab sekaligus Pengasuh Ponpes Al Hikmah, Jakra Hadepa Riyadi.

Teknologi budidaya ikan lele sistem bioflok adalah suatu teknik budidaya melalui rekayasa lingkungan dengan mengandalkan suplai oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme, yang secara langsung dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan. Teknologi ini diyakini bisa meningkatkan produktivitas sampai tiga kali lipat dibanding sistem konvensional.

Teknologi bioflok juga lebih efisien dalam hal pakan dilihat dari nilai feed convertion ratio (CFR). Dengan sistem konvensional nilai CFR 1,5 yakni untuk menghasilkan 1 kg daging ikan memerlukan 1,5 kg pakan. Padahal dengan teknologi bioflok nilai CFR bisa ditekan menjadi 0,8-1,0.

Jakra Hadepa Riyadi, setelah menjalankan teknologi bioflok, menilai ada beberapa keuntungan lain yang didapat, selain dua kelebihan tersebut.

"Tingkat kematian ikan rendah, tahan cuaca yang berubah-ubah, hemat tenaga, tidak perlu ganti air sampai panen dan air tidak bau," jelasnya.

Konsep ternak lele sistem bioflok bagi Jakra juga sesuai dengan kearifan lokal, yakni memanfaatkan alam untuk efisiensi pakan dan mengurangi angka kematian ikan yang  disebabkan oleh suhu udara yg ekstrim dan bakteri.

"Yang harus diperhatikan adalah kualitas air. Dengan air yang bersih akan menciptakan pertumbuhan ikan yang cepat besar," tambah Jakra.

Dalam pelaksanaan program "Bioflok Masuk Pesantren" di Ponpes Al Hikmah, Jakra mendapat supervisi dari Budi Santoso, penyuluh lapangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kebumen.

Dari hasil panen perdana yang dilakukan, menurut penilaian Jakra keberhasilannya baru 70 persen. Hal ini turut mendorongnya untuk mengembangkan nutrisi ikan yang diolahnya sendiri.

"Dalam jangka panjang saya ingin mengembangkan nutrisi yang diformulasikan sendiri. Sementara ini hanya untuk keperluan kolam di Ponpes Al Hikmah dulu," imbuhnya.

Nutrisi yang sedang dikembangkan Jakra dimaksudkan juga untuk mempertahankan kualitas air.  Bahan-bahan yang digunakan adalah nutrisi buah-buahan, protein dari limbah ikan laut dan rumen.

"Untuk meningkatkan kualitas pakan, maka pakan pur lele difermentasi dengan bahan-bahan tersebut. Selanjutnya bahan-bahan itu diaplikasikan ke air setiap pekan," papar Jakra.

Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok semakin menambah ragam kegiatan di Ponpes Al Hikmah. Sebelumnya sudah ada kegiatan dari lembaga sosial berupa Panti Asuhan Yatim, Dhuafa dan Terlantar (PAYDT) Al Hikmah dan lembaga pendidikan formal maupun non formal.

Lembaga pendidikan formalnya berupa TK, SD Islam dan Madrasah Tsanawiyah. Sedangkan lembaga pendidikan non formalnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Hikmah yang menyelenggarakan program kesetaraan Kelompok Belajar Paket B dan Paket C.(*)
Powered by Blogger.