Header Ads

Dari Tadarus ke Literasi

Dari Tadarus ke Literasi
Kang Juki
www.inikebumen.net BULAN Bulan Ramadhan adalah bulan turunnya Al Quran. Begitu dijelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 185, yang artinya, "Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)..."

Dalam bulan Ramadhan, biasanya umat Islam akan lebih rajin membaca Al Quran, tadarus atau dalam bahasa Jawa nderes. Jika memposisikan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia, tentu tak cukup hanya membaca tanpa memahami maksudnya. Hal inilah yang acapkali kurang diperhatikan. Bagaimana kita akan menjadikan Al Quran sebagai petunjuk kalau tidak memahami isinya?

Karena itu salah satu masalah mendasar yang dihadapi umat Islam adalah buta huruf Al Quran, baik dalam arti sebenarnya, yakni belum bisa membaca Al Quran dengan baik dan benar, maupun buta huruf fungsional, karena belum bisa memahami kandungan Al Quran.

Al Quran diturunkan dalam bahasa Arab, namun tak semua orang yang bisa berbahasa Arab mampu memahami Al Quran, apalagi yang tidak bisa berbahasa Arab. Karena Al Quran harus dipahami dari berbagai sudut pandang, termasuk latar belakang turunnya suatu ayat (asbabun nuzul).

Dari sini mestinya memunculkan kebutuhan untuk bisa mengetahui kandungan Al Quran melalui pemahaman generasi-generasi muslim sebelumnya. Sehingga kegiatan tadarus Al Quran di bulan Ramadhan mestinya berlanjut dengan gerakan literasi di kalangan umat Islam. Memperkaya khazanah keilmuan dan memperluas wawasan melalui buku-buku yang bisa membantu memahami Al Quran. Itu konsekuensi logis jika kita meyakini Al Quran sebagaimana diterangkan surat Al Baqarah ayat 185 di atas, yakni sebagai petunjuk, penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk dan pembeda yang hak dengan yang batil.

Sehingga seorang muslim tak cukup hanya rajin membaca Al Quran tapi harus membaca buku-buku lainnya yang bisa membantu meningkatkan pemahaman terhadap Al Quran. Karena itu, momentum Ramadhan ini juga perlu dimanfaatkan untuk melakukan perubahan, dalam kita menyikapi Al Quran.

Sudah ada gerakan One Day One Juz, yang memotivasi untuk setiap hari bisa membaca Al Quran minimal satu juz. Perlu ditingkatkan lagi pada masalah pemahamannya. Al Quran bukan mantera yang hanya kita baca untuk tujuan tertentu. Karena merupakan petunjuk, Al Quran harus dibaca, dipahami dan ditindaklanjuti, yang perintah dilaksanakan, yang larangan ditinggalkan.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda antara lain, "...barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan untuknya menuju surga, tidaklah suatu kaum duduk di masjid, membaca kitab Allah dan saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenangan akan turun menghampiri mereka, rahmat akan meliputinya dan para malaikat akan menaunginya..." (HR Tirmidzi no. 2869 dishahihkan oleh Muhammad Nashiruddin Al Bani)

Menjadi orang Islam harus gemar membaca, karena menjalankan ajaran Islam perlu pengetahuan tak hanya asal meniru. Mari tingkatkan kegiatan tadarus Al Quran dengan gerakan literasi bacaan-bacaan yang membantu kita memahami Al Quran.(*)

Kang Juki
Penulis adalah jamaah Masjid Agung Kauman, Kebumen.
Powered by Blogger.