Header Ads

Dulu Dukung Prabowo, Driver Ojol Kebumen Tolak Ikut "People Power"

Dulu Dukung Prabowo, Driver Ojol Kebumen Tolak Ikut "People Power"
Para Driver Ojek Online Kebumen lebih memilih menarik penumpang dari pada ikut aksi People Power di Jakarta. (Ilustrasi)
www.inikebumen.net KEBUMEN - Komunitas ojek online (Ojol) Kebumen dipastikan tidak akan ada yang berangkat dalam aksi "People Power" di Jakarta. Para driver Ojol lebih mementingkan narik ojek ketimbang mengikuti kegiatan itu.

Salah satu Driver Ojol Eko (40) warga Kebumen mengatakan Pemilu telah selesai pada tanggal 17 April 2019 Kemarin. Saat ini tugas warga masyarakat adalah menunggu keputusan resmi KPU.

"Saya dulu pada saat pencoblosan mendukung Pak Prabowo. Tapi kan Pemilu telah selesai. Saat ini kita harus fokus kembali lagi bekerja. Kita nggak kerja, kita nggak makan," ujarnya, Senin pagi, 20 Mei 2019.

Para driver Ojol mengatakan lebih mengutamakan pekerjaannya. Mereka menilai kegiatan people power tidak ada manfaatnya bagi komunitasnya.

Menurutnya keputusan kubu Prabowo untuk menggelar aksi people power tidak tepat karena sudah ada lembaga yang sah, untuk menangani permasalahan saat Pemilu jika didapati kecurangan.

"Mau ngapain ikut aksi demo. Kadang kita yang narik saja dalam satu hari, kita masih belum bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mending kita fokus cari rejeki untuk kebutuhan Lebaran nanti," imbuhnya.

Senada diungkapkan Driver lainnya, Nur Hasan (31) warga Desa Tambakrejo Kecamatan Buluspesantren yang juga driver Ojol di pangkalan Samrel Stasiun Kebumen. Ia mengatakan dalam satu hari tidak narik, maka keluarganya akan sangat rugi sekali.

"Pemasukan nggak dapat, tapi pengeluaran pasti. Apalagi bulan Ramadhan seperti ini, minimal untuk beli takjil saja, kita paling tidak mengeluarkan uang 30 ribu Rupiah an. Saya penghasilan sehari 50 ribu lebih sedikit. Maka sangat rugi kalau tidak narik," kata dia.

Dalam ilmu matematika keluarganya, uang yang ia dapatkan dari narik Ojol hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian, jika dalam satu hari tidak narik, dipastikan akan minus dalam hari itu.

"Siapapun Presidennya, kita harus tetap bekerja. Kita nggak kerja, kita nggak makan. Jangankan people power, kalau ada demo Ojol saja saya nggak ikut. Mending narik, kita bisa dapat uang," terangnya.

Dengan situasi seperti sekarang ini, ia berkeyakinan kurang lebih 1000 Driver Ojol di Kebumen dipastikan tidak akan berangkat. Mereka lebih mementingkan keluarganya dengan tetap narik Ojol. (*)
Powered by Blogger.