Header Ads

Jadi Narsum Dialog Kebumen Bangkit, Arif Sugiyanto Sebut Perlu Sinkronisasi Data Kemiskinan

Jadi Narsum Dialog Kebumen Bangkit, Arif Sugiyanto Sebut Perlu Sinkronisasi Data Kemiskinan
Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, saat menjadi narasumber dialog Kebumen Bangkit.
www.inikebumen.net KEBUMEN - Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menjadi narasumber acara dialog Kebumen Bangkit yang mengusung tema "Percepatan Penuntasan Kemiskinan di Kebumen" di di Resto Momong Kebumen, Selasa sore, 21 Mei 2019.

Dalam paparannya, Wakil Bupati Kebumen, menyampaikan Kabupaten Kebumen harus segera bangkit dari kemiskinan. Kabupaten Kebumen berada di peringkat kedua kabupaten termiskin di Jawa Tengah.

Saat ini Kabupaten Kebumen masih memiliki 208.660 jiwa atau sekitar 52.000 Rumah Tangga Miskin (RTM). Angka Kemiskinan tahun 2018 sebesar 17,47 persen, dan proyeksi tahun 2019 sebesar 16,98 persen. Kondisi ini cukup memprihatinkan dan harus dicarikan solusinya dengan segera.

"Kemiskinan di Kabupaten Kebumen masih menjadi persoalan krusial yang harus ditanggulangi secara sistematis, terpadu, efektif, efisien dan akuntabel dengan berbagai unsur pemangku kepentingan," paparnya.

Karenanya perlu integrasi dan sinkronisasi data kemiskinan agar segala bentuk program penanggulangan kemiskinan di Kebumen dapat tepat sasaran dan turun signifikan.

Menurutnya, saat ini sudah diterbitkan Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Pemkab Kebumen harus mensinergikan dengan PBDT untuk percepatan penanggulangan kemiskinan.

"Semua program penanggulangan kemiskinan di Kebumen harus mengacu pada PBDT sebagai dasar dalam menentukan sasaran program kegiatan penanggulangan kemiskinan," ujarnya.

Sementara itu, untuk penghimpunan data warga miskin, Pemkab Kebumen menggunakan sistem jemput bola. Artinya, petugas mendatangi masyarakat miskin by name by addres.

Dengan sistem ini bisa memberi hasil yang lebih akurat dan dapat dijadikan dasar untuk menyusun Strategi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (SP2KD) baik ditingkat desa  maupun ditingkat kabupaten.

Yakni, setiap hasil pendataan warga miskin oleh pemerintah desa  wajib di input ke sistem informasi desa (SID) dan selanjutnya direkap semua oleh pemerintah kabupaten.

Selain itu, upaya pengentasan kemiskinan hingga saat ini Pemkab Kebumen telah melakukan sejumlah intervensi Kebijakan diantaranya bantuan Jaminan Kesehatan untuk warga miskin,  pembangunan dan rehabilitasi RTLH, pembangunan jambanisasi dan lain sebagainya.

Acara yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) IAINU Kebumen itu juga menghadirkan narasumber Rektor IAINU Kebumen Dr Imam Satibi dan Kapolres Kebumen.(*)
Powered by Blogger.