Header Ads

Jelang Ramadan, Bupati Kumpulkan Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kg di Kebumen

Jelang Ramadan, Bupati Kumpulkan Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kg di Kebumen
Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, membukak pembinaan kepada para agen dan pangkalan elpiji 3 kg di Wilayah Kabupaten Kebumen. Acara tersebut digelar di Pendopo Rumdin Bupati Kebumen, Jumat pagi.
www.inikebumen.net KEBUMEN - Menjelang Ramadan, seluruh agen dan pangkalan elpiji 3 kg yang ada di wilayah Kabupaten Kebumen dikumpulkan di Rumdin Bupati, Jumat pagi, 3 Mei 2019. Mereka

Kegiatan pembinaan kepada para agen dan pangkalan elpiji 3 kg itu dibuka oleh Bupati Kebumen Yazid Mahfudz. Hadir pada acara tersebut Asiten 2 Sekda Nugroho Tri Waluyo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kebumen Widhiatmoko, dan agen serta pangkalan elpiji 3 kg yang ada di Kabupaten Kebumen.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan pembinaan kepada agen dan pangkalan elpiji 3 kg dalam rangka persiapan menghadapi ramadan dan idul fitri 1440 H. Sebab, pada moment tersebut permintaan terhadap elpiji 3 kg di masyarakat meningkat tajam.

"Ini untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan serta keamanan kepada masyarakat yang melaksanakan rangkaian ibadah di bulan suci ramadhan dan perayaan idul fitri," ujar Yazid Mahfudz.

Terlebih di Kabupaten Kebumen masih terjadi permasalah terkait elpiji bersubsidi itu. Diantaranya, masih ada pangkalan yang menjual elpiji 3 kg diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.500. Di tingkat pengecer juga masih ditemukan yang menjual di atas harga Rp 18.000 per tabung.

"Distribusi dari pangkalan belum langsung ke masyarakat. Masih banyak pengecer yang membeli ke pangkalan untuk dijual kembali," kata Bupati.

Menurutnya, pada 2018 lalu menjelang hari raya idul fitri, terjadi kelangkaan elpiji 3 kg. Sehingga harganya melambung tinggi hingga Rp 40.000 per tabung di tingkat pengecer.

"Ini tidak boleh lagi terjadi pada ramadhan dan idul fiti tahun ini," tegasnya.

Ia menambahkan, elpiji ukuran 3 kg merupakan barang bersubsidi yang peruntukannya untuk warga miskin. Dia meminta warga yang tidak berhak agar beralih menggunakan elpiji non subsidi.

"Sehingga penggunaan elpiji 3 kg tepat sasaran, tepat harga dan pendistribusiannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tandasnya.

Pembinaan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber. Yakni dari Pertamina Regional IV Yogyakarta, DPMPTSP Kabupaten Kebumen dan Polres Kebumen.(*)
Powered by Blogger.