Sabar Saat Ditimpa Musibah

Sabar Saat Ditimpa Musibah
Kang Juki
www.inikebumen.net SABAR juga diperlukan saat seseorang ditimpa musibah. Setiap orang beriman suatu saat akan mendapatkan cobaan berupa musibah yang menimpanya.

Sebagaimana disebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 155-156, yang artinya,  “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan  buah-buahan dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Innalillahi Wa Innailaihi raajiuun (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya kami kembali)."

Musibah datangnya selalu tiba-tiba tanpa pernah bisa diperkirakan sebelumnya. Musibah juga sesuatu yang tak bisa dicegah, karena memang tidak ada faktor yang bersifat manusiawi, seperti kelalaian atau kekhilafan manusia.

Berbeda dengan kecelakaan yang mestinya bisa dicegah atau dihindari. Di situlah perlunya kesabaran orang yang mendapatkan musibah, karena akibatnya bisa kehilangan jiwa, harta dan bahan makanan.

Petani yang sedang menunggu panen bisa kehilangan harapan, saat mendadak hujan lebat sampai banjir yang menenggelamkan lahan pertaniannya. Pengusaha seketika bisa kehilangan asetnya saat mendadak terjadi gempa yang dahsyat. Tak hanya kehilangan harta, bisa juga sekaligus kehilangan sanak keluarga karena menjadi korban dari musibah yang menimpa.

Kalau bukan karena iman, menyadari semua yang dimiliki berasal dari Allah dan suatu saat akan kembali kepada Allah, sulit orang bisa menerima terjadinya musibah tersebut. Apalagi kadang kesusahan ditimpa musibah masih harus bertambah, mendengarkan komentar orang lain yang terasa menyakitkan.

Musibah yang kita alami bisa saja dianggap sebagai adzab Allah Swt, dalam penilaian orang yang tidak suka kepada kita. Sebagaimana sering kita dengar saat terjadi bencana alam di berbagai daerah, selalu ada yang mengaitkannya dengan adzab.

Sabar saat ditimpa musibah, tak hanya menerima terjadinya musibah tersebut, tapi juga tidak mengurangi ketaatannya kepada Allah Swt. Tak sedikit mereka yang taat kepada Allah Swt hanya ketika sedang diliputi kesenangan, sebagaimana disebutkan dalam surat Al Hajj ayat 11 yang artinya,

“Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi; maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata.”

Balasan bagi orang yang sabar saat mengalami musibah disebutkan dalam salah satu hadits yang berasal dari 'Aisyah ra, Rasulullah Saw bersabda,

"Tidak ada satupun musibah (cobaan) yang menimpa seorang mukmin walaupun berupa duri, melainkan dengannya Allah akan mencatat untuknya satu kebaikan atau menghapus satu kesalahannya." (HR Muslim no. 4669 dishahihkan ijma' ulama)

Jika saat membaca tulisan ini, ada yang sedang ditimpa musibah, bersabarlah. Ingatlah bahwa semua yang kita miliki hanya sementara. Semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Mudah-mudahan datangnya musibah akan diiringi satu kebaikan atau dihapusnya kesalahan yang telah lalu. Aamiin.(*)

Kang Juki
Penulis adalah jamaah Masjid Agung Kauman, Kebumen.

Powered by Blogger.