Header Ads

SMK Muhammadiyah 1 Petanahan Gulirkan Gerakan Wakaf Buku

SMK Muhammadiyah 1 Petanahan Gulirkan Gerakan Wakaf Buku
Meski menerapkan sistem boarding school, SMK Muhammadiyah 1 Petanahan tidak memungut biaya alias gratis.
www.inikebumen.net KEBUMEN - SMK Muhammadiyah 1 Petanahan menggulirkan gerakan wakaf buku. Gerakan ini ditujukan bagi para dermawan yang hendak membantu para taruna-taruni, sebutan bagi para siswa  SMK Muhammadiyah 1 Petanahan.

Meski menerapkan sistem boarding school, sekolah ini tidak memungut biaya alias gratis.

"Kami fokus pada anak yatim dan dhuafa yang kesulitan mendapatkan biaya pendidikan. Pihak sekolah yang akan mencari donatur, antara lain melalui gerakan wakaf buku," jelas Kepala SMK Muhammadiyah 1 Petanahan, Firman Handoko.

Sejak dipimpin Firman Handoko, Februari 2017, SMK Muhammadiyah 1 Petanahan telah membuat beberapa gebrakan untuk bisa eksis. Sekolah yang beralamat di Jalan Tumbakeris No 9 ini, memang sudah beberapa kali beralih haluan. Sempat menjadi SMP dan SMA sebelum akhirnya menjadi SMK seperti sekarang.

"Saat ini kami fokus hanya pada satu jurusan, yakni Teknik Kendaraan Ringan atau Teknik Otomotif," imbuh Firman.

Agar para lulusannya berkemampuan mumpuni, tak hanya di bidang yang digelutinya, dengan sistem boarding school, sekolah juga membina sisi spiritualitas dan kemampuan wirausahanya.

"Gerakan wakaf buku ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di SMK Muhammadiyah Petanahan. Setiap peserta didik diharapkan mempunyai buku pegangan untuk setiap mata pelajaran," ucap Firman.

Diterangkan Firman, untuk jurusan Teknik Kendaraan Ringan, ada 31 judul buku yang harus dimiliki peserta didik. Buku yang dipilih Firman untuk gerakan wakaf, mempunyai sertifikat dan direkomendasikan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) otomotif, halaman berwarna, dan ada job sheet untuk tiap materi pembahasan.

"Satu paket terdiri dari 31 buku senilai Rp817.500. Bagi dermawan yang berkenan menjadi donatur silahkan menghubungi kami. Harapannya, saat tahun pelajaran baru dimulai nanti, semua peserta didik baru sudah memiliki buku masing-masing," ungkapnya.

Sampai saat ini sudah ada 100 peserta didik baru yang masuk melalui gelombang I, masih dibuka gelombang II. Firman menargetkan, untuk tahun pelajaran 2019/2020 sekolahnya bisa merekrut 150 peserta didik baru.

"Jadi kita juga menargetkan, gerakan wakaf buku ini bisa mendapatkan 150 paket buku," pungkasnya(*)
Powered by Blogger.