Desa Sawangan jadi Lokasi TMMD Sengkuyung Tahap II di Kebumen

TMMD sangat dibutuhkan dalam mempercepat proses pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Desa Sawangan jadi Lokasi TMMD Sengkuyung Tahap II di Kebumen
Bupati Kebumen Yazid Mahfudz dan rombongan meninjau lokasi TMMD menaiki mobil jip.
www.inikebumen.net ALIAN - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II tahun 2019 dipusatkan di Desa Sawangan Kecamatan Alian. Secara resmi dibuka oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz di lapangan desa setempat, Kamis, 11 Juli 2019.

Hadir pada pembukaan itu, Wakil Ketua DPRD Kebumen Agung Prabowo, Komandan Kodim 0709 Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang, Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede, Kepala Kejaksaan Negeri Kebumen Erry Pudyanto Marwantoro. Serta sejumlah pejabat lainnya di jajaran Pemkab Kebumen.

Pada kesempatan itu, Bupati membacakan sambutan tertulis Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang menyampaikan titik berat Program TMMD adalah desa miskin, terisolir dan terpencil, serta daerah kumuh perkotaan. TMMD sangat dibutuhkan dalam mempercepat proses pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kita ingin seluruh desa di Jateng semakin maju dan mandiri, kehidupan rakyat Jateng semakin sejahtera. Jalan dan jembatan semakin memadai sehingga aksesibilitas dan mobilitas orang dan barang dari dan ke desa semakin lancar," ujarnya.

Pasiter Kodim 0709 Kebumen, Kapten Inf Bambang Murdianto, menjelaskan TMMD tahap II diselenggarakan selama 30 hari. Mulai 11 Juli hingga 8 Agustus 2019 mendatang.

"Diperkirakan waktu yang direncanakan selama 30 hari kurang mencukupi, maka telah diadakan pra TMMD selama 10 hari dengan prioritas pengerjaan fisik," terangnya.

Menurutnya, dipilihnya Sawangan sebagai sasaran TMMD kali kari ini, karena desa tersebut termasuk desa tertinggal di Kabupaten Kebumen. Selain itu, prasarana umum belum memadai, peran dan semangat gotong royong masyarakat cukup tinggi.

Pada TMMD kali ini, akan dibangun jalan poros dengan yang menghubungkan Desa Sawangan dan Desa Tlogowulung sepaanjang 555 meter, dengan lebar 4 meter dan tinggi 0,15 meter. Selain itu juga akan dilakukan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 5 unit.

"Adanya akses jalan poros desa sebagai penghubung antara Desa Sawangan dan Desa Tlegowulung ini nantinya diharapkan berdampak pada peningkatan aktivitas di sektor ekonomi, sosial maupun sektor lainnya," kata dia.

Sedangkan pembangunan non fisik, meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan hukum, bantuan administrasi kependudukan, bela negara. Kemudian, penyuluhan pertanian, penyuluhan KB Kes, penyuluhan perbankan, pemutaran  film perjuangan, penyuluhan narkoba serta kegiatan-kegiatan lainnya.(*)
Powered by Blogger.