Sambut Hari Jadi ke-390, Dinkes Kebumen Gelar Lomba Balita Sehat dan Senam Lansia

Bupati Kebumen Yazid Mahfudz,  mengajak seluruh keluarga di Kabupaten Kebumen untuk semakin peduli terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak-anak.
Sambut Hari Jadi ke-390, Dinkes Kebumen Gelar Lomba Balita Sehat dan Senam Lansia
Salah satu peserta loma evaluasi balita sehat melakukan swafoto
www.inikebumen.net KARANGANYAR - Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Balita Sehat dan Lomba Senam Lansia tingkat Kabupaten Kebumen di Hotel Candisari Karanganyar, Senin 8 Juli 2019.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen Y Rini Kristiani, menjelaskan kegiatan Evaluasi Balita Sehat diikuti oleh 70 balita perwakilan dari 35 Puskesmas. Lomba ini dibagi dalam dua kategori, yaitu usia 6-24 bulan dan usia 2-5 tahun.

Kemudian, Lomba Senam Lansia diikuti oleh 210 orang perwakilan dari 35 Puskesmas yang ada di Kabupaten Kebumen. Masing-masing Puskesmas mengirimkan 6 orang yang telah berusia diatas 50 tahun.

"Kedua lomba ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Kebumen ke-390," kata Rini Kristiani, kepada inikebumen.

Pada kesempatan itu, Bupati Kebumen Yazid Mahfudz,  mengajak seluruh keluarga di Kabupaten Kebumen untuk semakin peduli terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak-anak.

Hal ini penting untuk menyiapkan generasi emas bagi masa depan yang gemilang. Sebab, usia emas anak atau usia balita sangat penting untuk menentukan perkembangan berikutnya.

"Karenanya harus kita kawal, kita jaga kesehatannya, kita didik dan kita kembangkan potensinya. Sehingga menjadi generasi emas yang berkualitas, shaleh, dan membawa kejayaan di masa depan," ujar Mahfudz, saat membuka acara tersebut.

Terkahit hal ini, Bupati mengingatkan fungsi keluarga sangat penting. Keluarga adalah lingkungan pertama yang paling berperan dalam menciptakan anak-anak usia dini yang berkarakter.

"Aktor utama dalam pemenuhan hak dasar anak agar tumbuh kembang mereka berjalan optimal. Pemahaman yang baik terhadap kebutuhan anak usia dini adalah modal dalam mendidik anak-anaknya secara baik," ujarnya.

Terkait dengan kegiatan senam lansia,  menurutnya, kegiatan ini mengigatkan semua pihak untuk senantiasa memperhatikan keberadaan para lanjut usia. Baik terkait kehidupan sehari-harinya, kondisi kesehatannya, kesejahteraannya maupun kebutuhan psikologisnya.

"Keberadaan mereka harus mendapatkan posisi yang bermartabat di keluarga maupun masyarakat. Lanjut usia juga semakin mandiri, artinya mereka dibina agar tidak ketergantungan pada generasi selanjutnya," imbuhnya.(*)
Powered by Blogger.