Selamat Jalan Para Calon Haji

Tak sedikit pula calon haji yang pulang tinggal nama, sebab wafat entah dalam perjalanan berangkat atau pulang, maupun selama beribadah di tanah suci. Sehingga sebelum melaksanakan perlu mengadakan selamatan terlebih dahulu.
Selamat Jalan Para Calon Haji
Calon jamaah haji Kebumen
www.inikebumen.net SATU demi satu, kelompok terbang (kloter) jamaah calon haji Indonesia meninggalkan tanah air, dari embarkasi masing-masing. Serangkaian prosesi ritual biasanya sudah terlebih dulu dijalani, dari pengajian manasik rutin sampai walimatusy syafar di rumah masing-masing.

Belum lagi bila komunitas asal calon haji juga mengadakan acara, karena beberapa anggotanya kebetulan sama-sama berangkat haji. Semua itu tentunya dilakukan, agar ibadah haji bisa dilakukan secara sempurna.

Kewajiban haji sebagai Rukun Islam kelima, diperintahkan Allah Swt dalam surat Ali Imran ayat 97, yang artinya,

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

Kultur masyarakat Jawa yang sudah lama terbangun, berbasis masyarakat petani yang jarang berpergian jauh, apalagi menyeberang pulau dan melintasi negara. Karena itu selain sebagai suatu ibadah, keistimewaan perjalanan haji, bagi masyarakat Jawa adalah sebuah perjalanan jauh dan peristiwa yang jarang dilakukan.

Tak sedikit pula calon haji yang pulang tinggal nama, sebab wafat entah dalam perjalanan berangkat atau pulang, maupun selama beribadah di tanah suci. Sehingga sebelum melaksanakan perlu mengadakan selamatan terlebih dahulu.

Pada masa Rasulullah Saw, yang sudah dikenal adalah walimatul ursy, jamuan makan yang diadakan usai pernikahan (HR Muslim no. 2568 dan 2569). Istilah walimah pun dilekatkan pada acara selamatan orang mau berangkat haji, menjadi waliatusy syafar. Ini sekadar untuk pengetahuan tentang haji dan selamatan orang pergi haji atau walimatusy syafar.

Mungkin juga ada yang berangkat haji diam-diam, tanpa melalui ritual apa-apa. Terlebih bagi mereka yang sudah terbiasa berpergian jauh. Bisa juga karena keuangannya pas-pasan. Tak cukup buat mengadakan selamatan. Tidak perlu jadi omongan, "Mau berangkat haji kok diam-diam saja."

Apabila menghadiri undangan walimatus safar atau bertemu orang yang hendak berangkat haji, selain meminta didoakan di tanah suci, kita juga bisa mendoakan mereka.

Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah Saw apabila ada orang yang akan melakukan perjalanan adalah, "Istaudi' ilaaha diinaka wa amaanatika wa khawaatiima 'amalika" yang artinya, "Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanahmu dan akhir dari amalanmu." (HR Tirmidzi no. 3365 dishahihkan Muhammad Nashiruddin Al Bani).

Jika kita tak sempat menemui kerabat, teman atau relasi yang hendak berangkat haji, selain mengucapkan selamat secara online, kita masih bisa mendoakan mereka.

Dalam sebuah hadis dari Shafwan bin Abdullah bin Shafwan, Rasulullah Saw bersabda,

"Doa seorang muslim untuk saudaranya sesama muslim dari kejauhan tanpa diketahui olehnya akan dikabulkan. Di atas kepalanya ada malaikat yang telah diutus, dan setiap kali ia berdoa untuk kebaikan, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan 'Amin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu." (HR Muslim no. 4914 dishahihkan ijmak ulama).

Selamat jalan para tamu Allah, semoga yang lain bisa menyusul.(*)

Kang Juki 
Penulis adalah jamaah Masjid Agung Kebumen.
Powered by Blogger.