Tegas! Tak Hanya Narkoba, Wabup Kebumen Bakal Sikat Miras

"Ini sangat memprihatinkan karena pada generasi muda masa depan bangsa dan negara ini kita titipkan. Marilah kita gelorakan semangat anti narkoba, untuk mewujudkan Kebumen yang aman, sehat, bersih dan bebas dari narkoba," tandasnya.
Tegas! Tak Hanya Narkoba, Wabup Kebumen Bakal Sikat Miras
Wakil Bupati Kebumen  Arif Sugiyanto, memimpin pemusnahan miras berbagai jenis.
www.inikebumen.net KEBUMEN - Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menegaskan pihaknya berkomitmen akan memerangi terhadap narkoba di wilayah Kabupaten Kebumen.

Hal itu dikatan usai menjadi pembina apel akbar dan deklarasi Kesatuan Aksi Pelajar Anti (KAPA) Narkoba di Alun-alun Kebumen, Kamis pagi, 18 Juli 2019.

"Bukan hanya narkoba, miras saja kita sikat. Insya Allah Kebumen akan terbebas dari narkoba dan miras," tegasnya didampingi Kepala Kantor Kesbangpol Kebumen Nurtaqwa Setyabudi.

Terlebih, Kabupaten Kebumen menjadi daerah rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Ini terjadi lantaran Kabupaten Kebumen terletak di jalur perlintasan dua kota besar, yakni Yogyakarta dan Bandung. Dua kota ini termasuk kategori ibukota provinsi yang memiliki proporsi besar penyalahgunaan narkoba.

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat atau psikotik di Kabupaten Kebumen berada di urutan ketiga teratas di Jawa Tengah. Yakni 4,4 permill (data tahun 2013).

Kasus Napza yang direhabilitasi di layanan rumah sakit dan Puskesmas di Kabupaten Kebumen pada 2018 lalu sebanyak 8 orang. Terdiri atas 3 orang di RSUD dan 5 orang di Puskesmas Pejagoan. Sedangkan, tahun 2019 sebanyak 4 orang. Di RSUD 1 orang, Puskesmas Pejagoan 1 orang, dan Puskesmas Karanganyar 1 orang.

Wakil Bupati menyampaikan kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya membangun kaum milenial yang terbebas dari ancaman penyalahgunaan Narkoba. Apalagi Indonesia tidak hanya untuk transit, tetapi menjadi negara tujuan peredaran narkoba.

"Intensitas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba semakin merebak ke semua lapisan masyarakat khususnya kelompok pelajar dan mahasiswa," ujarnya.

Berdasarkan hasil survei 2018 yang dilakukan oleh BNN dan LIPI di 13 provinsi menyebutkan bahwa penyalahgunaan narkoba pada kelompok pelajar dan mahasiswa dalam satu tahun terakhir sebesar 3,2 persen atau setara 2,3 juta orang.

"Ini sangat memprihatinkan karena pada generasi muda masa depan bangsa dan negara ini kita titipkan. Marilah kita gelorakan semangat anti narkoba, untuk mewujudkan Kebumen yang aman, sehat, bersih dan bebas dari narkoba," tandasnya.

Pada kesempatan, Wakil Bupati juga memimpin ratusan botol minuman keras berbagai jenis dimusnahkan pada puncak Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tingkat Kabupaten Kebumen tahun 2019. Barang bukti miras tersebut dari hasil razia yang dilakukan oleh Polres Kebumen dan Satpol PP Kebumen.

Semua elemen masyarakat terlibat dalam pemusnahan barang bukti tersebut. Termasuk para pelajar yang tergabung dengan Kesatuan Aksi Pelajar Anti Narkoba (KAPA).

Sementara itu, memeriahkan Hari Anti Narkoba Internasional, dihadapan Wakil Bupati sedikitnya seribu pelajar mendelarasikan diri menolak penyalahgunaan narkoba.

Selain apel akbar dan deklarasi, acara tersebut juga diisi dengan kegiatan jalan sehat juga digelar sosialisasi bahaya narkoba. Kemudian, orasi duta pelajar Anti Narkoba Kabupaten Kebumen hingga pembagian doorprize.(*)

Powered by Blogger.