Tekad Kader PII: Satu Hari Satu Halaman Al Quran, Satu Bulan Satu Buku

"Tekad itu diwujudkan antara lain dengan langkah kongkret berupa membaca Alquran tiap hari minimal satu halaman"
Tekad Kader PII: Satu Hari Satu Halaman Al Quran, Satu Bulan Satu Buku
Para Kader PII Kebumen saat berkumpul dikediaman seorang kadernya di Kebumen
www.inikebumen.net KEBUMEN - Kader-kader Pelajar Islam Indonesia (PII) Kebumen bertekad meningkatkan wawasan keagamaan dan pengetahuannya. Demikian disampaikan Ana Lukman Hudin dari PW PII Yogyakarta Besar, usai memberikan taklim kepada kader-kader PII Kebumen, Minggu, 28 Juli 2019.

"Tekad itu diwujudkan antara lain dengan langkah kongkret berupa membaca Al-Qur'an tiap hari minimal satu halaman dan membaca buku wawasan umum, minimal satu bulan satu buku diselesaikan membacanya," terang Lukman.

Taklim diselenggarakan di rumah salah seorang kader PII Kebumen, Kasyfi Achmad Muharrom, diikuti kader PII yang pada liburan lalu mengikuti Latihan Kepemimpinan Pelajar (LKP) di Banyumas dan Bantul.

Pada LKP di Banyumas, 24-30 Juni 2019, PD PII Kebumen mengirim 25 orang peserta. Sedangkan pada LKP di Bantul, 4-10 Juli 2019, diikuti 16 orang peserta dari Kebumen.

Dikatakan Lukman, di PII taklim merupakan rangkaian kegiatan kaderisasi yang bertujuan menyambung wawasan keilmuan dan keislaman kader PII.

"Taklim yang dilaksanakan ialah taklim awal, diikuti oleh kader pasca mengikuti Leadership Basic Traning (LBT) atau kalau di lingkungan PII biasa disebut Batra," imbuh Lukman.

Para peserta yang berlatar belakang sekolah yang berbeda, baik jenis maupun jenjangnya, menurut Lukman sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. "Ada yang baru lulus MA, masih sekolah di MA, SMA ada juga yang masih duduk di MTs," lanjut Lukman.

Pembinaan kader PII menurut Lukman memang tidak didasarkan jenjang sekolah, melainkan jenjang trainingnya. "Jadi yang ada pembinaan pasca Batra, pasca Intra dan pasca Advance," jelasnya.

Karena kader PII Kebumen umumnya baru mengikuti Batra dan baru sedikit yang mengikuti Intra, untuk sementara taklimnya digabungkan.

"Untuk materi tertentu nanti bisa dipisahkan. Rencananya, kegiatan akan rutin dilaksanakan tiap bulan di akhir pekan secara berkelanjutan," terang Lukman.

Pelaksanaan kegiatan taklim ini, menurut Lukman, didasarkan pada keresahan PW PII Yogyakarta yang merasakan masih biasnya pemahaman pelajar, terhadap dasar dan sendi-sendi agama.

"Sehingga di luar ilmu yang didapat dari sekolah dan lingkungannya, PII juga mencoba memperluas wawasan keagamaan dan pengetahuan kepada para pelajar," pungkas Lukman.(*)
Powered by Blogger.