Wow, Jumlah Lansia di Kebumen Jauh Lebih Banyak dari Balita

"Dengan adanya peningkatan derajat kesehatan, usia harapan hidup meningkat menjadi 82,89 tahun. Otomatis jumlah lansia di Kebumen sangat tinggi,"
Wow, Jumlah Lansia di Kebumen Jauh Lebih Banyak dari Balita
Para lansia saat mengikuti lomba senam lansia di Hotel Candisari Karanganyar.
www.inikebumen.net KARANGANYAR - Jumlah orang tua berusia 60 tahun ke atas atau lanjut usia (lansia) di Kebumen cukup banyak. Hal ini lantaran tingginya Angka Harapan Hidup (AHH), yakni mencapai 82,89 tahun. Bahkan, jumlahnya lebih banyak daripada jumlah balita.

"Dengan adanya peningkatan derajat kesehatan, usia harapan hidup meningkat menjadi 82,89 tahun. Otomatis jumlah lansia di Kebumen sangat tinggi," ujar kepala Dinas Kesehatan Kebumen Y Rini Kristiani, kepada inikebumen disela-sela kegiatan Evaluasi Balita Sehat dan Lomba Senam Lansia tingkat Kabupaten Kebumen di Hotel Candisari Karanganyar, Senin 8 Juli 2019.

Saat ini, di Kabupaten Kebumen penduduk yang telah memasuki pra lansia (usia 45 – 59 tahun) sebanyak 394.648 orang. Kemudian, jumlah lansia (berusia diatas 60) sebanyak 167.743 orang.

Jumlah ini jauh melebihi angka kelahiran di Kabupaten Kebumen, yakni rata-rata 20.000 per tahun. Sedangkan cakupan pelayanan umum untuk lansia baru mencapai 35 persen atau 64.907 orang.

Rini menjelaskan pada masa pra lansia perlu menyiapkan agar menjadi lansia yang sehat, aktif, dan produktif sehingga menjadi lansia tangguh. Diperlukan upaya sinergitas dan strategis melalui program-program yang pro lanjut usia dalam rangka mewujudkan lanjut usia yang mandiri, maju dan sejahtera di Kabupaten Kebumen.

"Upaya yang kita lakukan fokus pencegahan penyakit degeneratif untuk mencegah penyakit yang kemungkinan besar diderita oleh para lansia," terangnya.

Salah satu upaya yang dilakukan, yakni dengan senam lansia, seperti yang dilombakan di Hotel Candisari Karanganyar. "Karena dengan upaya ini dampaknya luar biasa untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia," kata dia.

Untuk meningkatan cakupan pelayanan, pihaknya berharap masing-masing desa memiliki program untuk lansia yang ditopang melalui APBDes. Kegiatan yang perlu dilakukan, diantaranya senam lansia, pemeriksaan kesehatan, cek laboratorium.

Secara umum, para lansia di Kebumen cenderung memilih mandiri dan tidak mau bergantung atau meminta nafkah dari generasi mudanya. Namun begitu, bukan berarti tidak ada risiko keterlantaran dari sisi finansial maupun kesehatan dan sosial.

Mandiri artinya mereka dibina supaya tidak ketergantungan pada generasi selanjutnya. Diharapkan posisi lansia sebagai penjaga nilai, transfer budaya dan penyangga pembangunan dapat berkesinambungan.(*)
Powered by Blogger.