Berharap Kemiskinan Kebumen Menurun dari Dampak Bandara Jenderal Soedirman dan YIA

Keberadaan Bandara Wirasaba dan YIA harus disikapi sebagai peluang untuk meningkatkan investasi dan daya saing daerah. Oleh karenanya, pemerintah daerah perlu bersinergi, sehingga dampak dari pembangunan bandara ini bisa lebih optimal dirasakan oleh masyarakat
Berharap Kemiskinan Kebumen Menurun dari Dampak Bandara Jenderal Soedirman dan YIA
Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiono, saat menjadi salah satu panelis pada Temu Kepala Daerah Kedu dan DIY di Magelang, Kamis, 8 Agustus 2019
www.inikebumen.net MAGELANG - Dengan beroperasinya Bandara Panglima Besar Jenderal Soedirman di Wirasaba Purbalingga dan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo akan berdampak pada ekonomi masyarakat Kebumen. Hal ini lantaran waktu tempuh dari Bandara YIA ke Kebumen hanya sekitar 45 menit. Jauh lebih cepat dibandingkan dari Bandara YIA ke Malioboro Yogyakarta.

"Untuk itu, Kebumen siap menyambut bandara baru dengan berbenah diri," ujar Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiono, saat menjadi salah satu panelis pada diskusi Temu Kepala Daerah Kedu dan DIY dengan tema "Menyongsong Kemandirian Ekonomi Jelang beroperasi Bandara Wirasaba dan YIA Kulonprogo"
di Hotel Atria Magelang, Kamis, 8 Agustus 2019.

Ujang mengatakan keberadaan dua bandara ini harus disikapi sebagai peluang untuk meningkatkan investasi dan daya saing daerah. Oleh karenanya, pemerintah daerah perlu  bersinergi, sehingga dampak dari pembangunan bandara ini bisa lebih optimal dirasakan oleh masyarakat

Di sektor pariwisata, Ujang menyebut, Kebumen menyambutnya dengan pengembangan Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong. Di sektor industri, saat ini Kebumen sedang membangun kawasan industri di pesisir selatan.

Sedangkan di sektor UKM, Pemkab Kebumen juga sedang mengembangkan kawasan perdesaan berbasis potensi lokal. Ada lima kawasan perdesaan yang sudah diluncurkan. Meliputi Kawasan Anyaman Pandan, Kawasan Batik, Kawasan Gula Semut, Kawasan Pariwisata dan Kawasan Peternakan.

"Geliat pertumbuhan ekonomi di wilayah Kebumen juga disambut dengan pendirian Mal Pelayanan Publik Kebumen yang diharapkan bisa mulai beroperasi tahun ini," kata dia.

Selain itu, lanjutnya, Pembangunan Jalan Lingkar Utara Kebumen (Jalingkut) yang terbentang dari Kecamatan Sempor hingga Padureso juga menjadi prioritas Pemkab Kebumen. Tujuannya untuk membuka akses di kawasan utara.

"Kendala yang dihadapi kami adalah terkait perijinan, karena sebagian wilayah yang dilalui masuk kawasan Perhutani. Untuk itu, kami berharap adanya bantuan dari Pemprov Jateng untuk mendorong penyelesaian perijinan Jalingkut di Kebumen," ungkapnya.

Sementara dibalik potensi yang besar ini, wilayah Kedu dan DIY termasuk wilayah zona merah kemiskinan. Untuk itu Pemprov Jateng, mendorong penanganan masalahan kemiskinan di wilayah kedu ini dengan membangun infrastruktur.

Pemprov memprioritaskan penyelesaian pembangunan JJLS yang melintasi wilayah Purworejo, Kebumen dan Cilacap. JJLS ini untuk membuka akses dari dan menuju pusat-pusat pertumbuhan

Adanya pembangunan kedua bandara ini diharapkan bisa berdampak positif bagi penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kedu dan DIY.

Acara diskusi tersebut diikuti oleh unsur kepala daerah, BAP3DA, Diskominfo dan kalangan media se Kedu dan DIY.(*)

Powered by Blogger.