Diduga Stres, "Deblong" Ngamuk di Kontes Sapi PO Kebumen

Sapi yang lepas itu bernama Deblong milik Salijo warga Desa Gondanglegi Kecamatan Ambal. Sapi ini menjadi juara 2 untuk kategori induk.
Diduga Stres, "Deblong" Ngamuk di Kontes Sapi PO Kebumen
Salah satu kontestan Sapi PO Kebumen
www.inikebumen.net PURING - Insiden sapi mengamuk sempat mewarnai kontes sapi Peranakan Ongole (PO) Kebumen yang diselenggarakan di Eduwisata Peternakan Terpadu Kampung Sapi PO Desa Sitiadi, Kecamatan Puring, Kamis 29 Agustus 2019. Sapi tersebut lepas dari pemiliknya saat berjalan menyusuri "catwalk" khusus dihadapan Bupati Kebumen Yazid Mahfudz.

Peristiwa bermula setelah dewan juri mengumumkan para pemenang kontes Sapi PO. Setiap sapi yang menjadi pemenang diwajibkan berjalan menyusuri "catwalk" khusus layaknya model. Sepanjang catwalk tersebut, sapi yang dituntun permiliknya akan memamerkan bentuk tubuhnya.

Sapi yang lepas itu bernama Deblong milik Salijo warga Desa Gondanglegi Kecamatan Ambal. Sapi ini menjadi juara 2 untuk kategori induk. Awalnya, saat melintas di depan tamu undangan, sapi ini berjalan normal saat dituntun pemiliknya.

Namun, saat banyak orang berkerumun di sekitar "catwalk" untuk mengambil gambar tiba-tiba berontak dan lepas. Diduga karena stres, "Deblong" menabrak pagar pembatas dan berlari kearah tamu undangan.

Kejadian itu pun membuat panik yang ada di tempat itu. Tamu undangan kembali tenang setelah sapi lari menjauh dari lokasi kontes. Akibat kejadian itu, panitia memutuskan tidak melanjutkan kontes. Tetapi, langsung membagikan hadiah kepada para pemenang.

Baca juga:
Lestarikan Sapi Asli Kebumen, Pemkab Kebumen Gelar Kontes Sapi PO

Ratusan sapi unggulan Peranakan Ongole (PO) Kebumen mengikuti mengikuti kontes ternak sapi tingkat Kabupaten Kebumen tahun ini. Final lomba tersebut diselenggarakan di Eduwisata Peternakan Terpadu Kampung Sapi PO Desa Sitiadi, Kecamatan Puring, Kamis (29/8).

Dalam lomba ini para peternak, menampilkan kelebihan dan keunggulan sapinya masing-masing untuk dinilai oleh dewan juri. Ajang tahunan inipun tak luput dari perhatian Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, yang datang langsung menyaksikan lomba tersebut.

Turut hadir, Dandim 0709 Letkol Inf Zamril Philiang, Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede, Wakil Ketua Sementara DPRD Kebumen Nur Hariyadi. Kepala Pertanian dan Pangan (Distapang) Kabupaten Kebumen Tri Haryono, serta sejumlah pejabat lainnya.

Selain dinilai oleh juri, yang unik dari lomba ini adalah finalis sapi PO harus berjalan menyusuri "catwalk" khusus layaknya model. Sepanjang catwalk tersebut, sapi yang dituntun permiliknya akan memamerkan bentuk tubuhnya.

Sapi-sapi tersebut juga diberi nama mirip manusia. Seperti Herseto, Laraseta, Diana, Utari, Permata Putri, Erni, Birawa, Irawan, Arimbi dan nama lainnya. Setiap sapi yang mengikuti kontes, sapi terlebih dulu diukur bobot badan, tinggi panjang badan, hingga lingkar dada sapi.

Selanjutnya, sapi-sapi itu dinilai oleh tim juri. Adapun penilaian terhadap sapi-sapi peserta kontes meliputi sejumlah kriteria. Diantaranya, bentuk moncong, punuk, glambir, warna bulu, bentuk tubuh hingga kegemukan. Kriteria tersebut menunjukkan ciri-ciri sapi PO asli Kebumen.(*)
Powered by Blogger.