Fesbuker Kebumen Tak Lagi Mempermasalahkan Wetan Kali-Kulon Kali

Sejak pilbup langsung oleh rakyat, Bupati Kebumen terpilih yang berasal dari kulon kali tidak pernah menyelesaikan periode jabatannya.
Fesbuker Kebumen Tak Lagi Mempermasalahkan Wetan Kali-Kulon Kali
Menjelang Pilbup Kebumen 2020, inikebumen.net menyelenggarakan jajak pendapat
www.inikebumen.net KEBUMEN - Dalam setiap gelaran pemilihan bupati (pilbup) Kebumen, isu wetan kali-kulon kali sering mengemuka. Batasan teritorial ini mengacu pada Sungai Lukulo sebagai pembagi wilayah timur (wetan) dan barat (kulon).

Apalagi sejak pilbup langsung oleh rakyat, calon terpilih yang berasal dari kulon kali tidak pernah menyelesaikan periode jabatannya. Tahun 2005, Rustriningsih dari kulon kali yang merupakan petahana, bersama pasangannya KH Nashiruddin Al Mansyur (wetan kali), terpilih untuk masa jabatan kedua dalam pilbup langsung yang pertama.

Namun tahun 2008, Rustri meninggalkan jabatannya karena terpilih sebagai Wakil Gubernur Jateng, mendampingi Gubernur Bibit Waluyo. Mundurnya Rustri menyebabkan wakilnya KH Nashiruddin, naik menjadi Bupati Kebumen menghabiskan sisa masa jabatan. Sementara sebagai wakilnya terpilih Rustriyanto (kulon kali).

Baca juga: Facebooker Kebumen Lebih Menyukai Calon Independen

Pilbup 2010 menghasilkan Buyar Winarso (wetan kali) dan Djuwarni (kulon kali), menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kebumen. Pasangan ini bisa menyelesaikan masa jabatannya dengan baik.

Tahun 2015 pilbup menghasilkan Mohammad Yahya Fuad (kulon kali) dan KH Yazid Mahfudz (wetan kali) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kebumen. Tahun 2018, Mohammad Yahya Fuad diberhentikan dari jabatannya karena tersangkut kasus korupsi.

Kejadian ini, membuat wakilnya KH Yazid Mahfudz naik menjadi Bupati Kebumen. Yang kemudian terpilih menjadi wakilnya adalah Arif Sugiyanto (wetan kali).

Jajak pendapat inikebumen.net yang berlangsung dari 22-29 Agustus 2019, meski dibagikan 48 kali, hanya menjangkau 6.040 akun, ditanggapi 18 akun, mendapat 29 komentar dan 161 yang mengikuti jajak pendapat.

Hasilnya 30 persen (48 akun) masih mendukung pasangan dengan pertimbangan kulon kali-wetan kali. Sementara 70 persen (113 akun) mendukung yang bebas saja, tak perlu memperhitungkan kulon kali-wetan kali.
Fesbuker Kebumen Tak Lagi Mempermasalahkan Wetan Kali-Kulon Kali
Jajak pendapat inikebumen
Komentar yang ada umumnya juga lebih mendukung yang bebas. Berikut beberapa di antara komentar-komentar tersebut:

Agus Khanif : Di era informasi dan transportasi, sekat geografis sudah bukan masalah. Jangankan hanya oleh sungai. Sekat benua pun hampir gak berlaku. Dunia ini sekarang bagaikan daun kelor. Apalagi cuma daerah. Pokokke, sapa bae sing apik , bener lan pinter, usahane ya mempeng, kuwe sing bakal dipilih_

Edyarto MargonoOpini boleh-boleh saja, tetapi biasanya opini ini hanya hasil lamunan yang dikaitkan dengan sosiligi, saya terlahir  di wetan kali, tapi tidak bandek malah beda kl kebumen kebanyakan orang bilang aja kl di desa saya aje.... Nah kl dari opini tadi orang desa saya masuk kategori tengah kali.... Ha ha... Desa saya Sidoluhur Kec. Ambal.... siapapun bupatinya bebas dari kulon atau wetan kali...sing penting nek wis dedi aje korupsi.....

Asem GedheOrausah dikotak kotak lah angger wes kotak kotak angel lw nggawe polos maning

Malah ada komentar yang lebih ekstrem:

Koh AnamRa wetan ra kulon ndakan rasis min........ Penting ora korupsi. Bupatine wong jawatimur ya ulih asal kerja temenan ngangkat kebumen

Gady Andoyo Thamrin NotomihardjoNgesuk .... Kaline tek urug baenlah... Ben ora ana wetan kulon kali.... Anane kelon kaleee

Apakah pandangan facebooker Kebumen bisa sepenuhnya merepresentasikan masyarakat Kabupaten Kebumen, para politisi bisa menelaah lebih jauh sebelum partainya nanti mengambil keputusan.(*)
Powered by Blogger.