Gelar Seminar Kesehatan, IBI Kebumen Hadirkan dr Boyke

Jumlah bidan yang menjadi anggota IBI di Kebumen saat ini tercatat sebanyak 1.136 orang.
Gelar Seminar Kesehatan, IBI Kebumen Hadirkan dr Boyke
Dr Boyke dikerubuti para bidan saat menjadi narasumber di Hotel Candisari Karanganyar
www.inikebumen.net KARANGANYAR - Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kebumen merayakan ulang tahunnya yang ke-68 di Hotel Candisari Karanganyar, Selasa, 20 Agustus 2019. Pada acara tersebut digelar seminar kesehatan yang menghadirkan narasumber dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS, seksolog kenamaan Indonesia.

Peringatan HUT IBI ke-68 Cabang Kebumen dihadiri oleh Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Y Rini Kristiani. Serta pengurus IBI Jawa Tengah dan IBI Cabang Kebumen.

Ketua IBI Cabang Kebumen Hamidah, mengatakan bidan merupakan mitra kesehatan keluarga dan masyarakat. Khususnya, untuk kesehatan ibu dan bayi.

"Sebagai mitra perempuan, bidan berperan penting untuk menunurkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi," ujar Hamidah, dalam laporannya.

Menurutnya, perbaikan layanan kesehatan dapat dicapai dengan peningkatan kapasitas bidan. Yakni dengan layanan bermutu, penguatan mekanisme rujukan dan pembiayaannya.

"Insentif yang memadai bagi bidan untuk penjangkauan layanan ke seluruh wilayah serta berbagai kesempatan untuk perkembangan karir bidan," kata dia.

Hamidah mengungkapkan, jumlah bidan yang menjadi anggota IBI di Kebumen saat ini tercatat sebanyak 1.136 orang. Dengan jenjang pendidikan D3 sejumlah 1.016 orang, D4/S1 sebanyak 98 orang dan S2 sebanyak 16 orang.

Sedangkan yang masih mengikuti pendidikan D4 di Poltekkes Magelang sejumlah 58 orang. "Dalam menjalankan profesinya 60 persen menjadi PNS dan praktek mandiri Bidan Delima sebanyak 127 bidan," imbuhnya.

Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, dalam sambutannya menyampaikan bidan bukan hanya berfungsi sebagai pelayan kesehatan. Tetapi juga sebagai komunikator, informator dan edukator bagi masyarakat.
 
"Khususnya  menjaga para ibu hamil agar kesehatannya stabil sampai melahirkan. Setelah melahirkan, ibu dan bayinya juga harus dijaga. Kalau ada masalah, lakukan koordinasi dengan Kepala Puskesmas, dengan dokter dan Dinas Kesehatan," kata Yazid Mahfudz.

Selain itu, lanjut bupati, para anggota IBI juga harus memiliki daya juang yang tinggi dalam mengatasi hambatan-hambatan pelayanan kesehatan. Sehingga pelayanan yang diberikan dapat menjangkau seluruh warga masyarakat dimanapun berada. Termasuk di desa-desa yang terpencil.

Menurutnya, peran bidan sangat penting. Khususnya untuk menekan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Kabupaten Kebumen yang masih tinggi. Sampai semester pertama tahun 2019, yakni 48,19/100.000 Kelahiran Hidup (KH) dari target RPJM 110/100.000 KH. Angka Kematian Bayi juga dapat ditekan hingga 7,23/1000 KH dari target RPJM 11/1.000 KH.

"Dengan peningkatan layanan, AKI dan AKB bisa turun. Itulah, salah satu indikator keberhasilan tugas para bidan," tegasnya.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan pengukuhan 38 bidan yang dinyatakan lulus setelah mengikuti proses pra kualifikasi sebagai Bidan Delima. Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Pengurus Daerah IBI Jawa Tengah Endang Suwartiningsih.(*)
Powered by Blogger.