Berharap Hujan Segera Turun, Ratusan Santri Ponpes Al Hasani Gelar Shalat Istisqa

Shalat istisqa dilakukan berdasarkan instruksi dari PBNU
Berharap Hujan Segera Turun, Ratusan Santri Ponpes Al Hasani Gelar Shalat Istisqa
Fahrudin Al Hasani menjadi khotib pada shalat istisqa (Foto: Istimewa)
www.inikebumen.net ALIAN - Pondok Pesantren Al Hasani Desa Jatimulyo Kecamatan Alian menggelar shalat Istisqa, Kamis, 26 September 2019. Shalat dan doa bersama untuk meminta agar segera turun hujan di wilayah Kebumen.

Shalat dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasani Fahrudin Al Hasani, diikuti oleh ratusan santri dan masyarakat sekitar pondok pesantren.

"Shalat istisqa merupakan ikhtiar kita agar segera diturunkan hujan. Melalui shalat ini kita berdoa agar Kebumen segera diberikan hujan," ujar Gus Fahrudin, usai menjadi imam shalat tersebut.

Menurutnya, shalat istisqa dilakukan berdasarkan instruksi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui surat yang ditujukan kepadanya.

"Hujan yang kita minta, yakni hujan yang membawa keberkahan serta memberikan rahmat bagi seluruh makhluk yang ada di muka bumi. Kita bersama-sama berdoa," kata pria yang juga Ketua PC RMI NU Kebumen (Asosiasi Pondok Pesantren NU Kebumen).

Baca juga:

Musim kemarau di Kabupaten Kebumen diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir Oktober 2019. Hujan diperkirakan baru akan turun pada akhir Oktober atau awal November mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Eko Widianto, mengatakan tahun ini awal musim kemarau di wilayah Kabupaten Kebumen sebagian terjadi pada Mei dasarian I dan dasarian II. Bahkan, untuk wilayah Kecamatan Ambal, Mirit dan Bonorowo telah terjadi sejak pertengahan April.

"Awal musim kemarau tahun ini maju dua dasarian dan sebagian wilayah 3 dasarian dibandingkan rata-rata (1981-2010)," kata Eko Widianto, saat menjadi narasumber pada jumpa pers "Tanggap Darurat Kekeringan" di Gedung Press Center Kebumen, Rabu, 11 September 2019.

Eko menjelaskan, musim kemarau di Kabupaten Kebumen diperkiakan terjadi selama 11 dasarian di sebagian wilayah Ambal, Sempor dan Rowokele. Kemudian, 12 dasarian di wilayah Kebumen utara, 13 dasarian untuk Kebumen bagian tengah dan selatan. Selanjutnya, 15 dasarian untuk sebagian wilayah Ambal dan Mirit.

"Puncak musim kemarau tahun terjadi mulai bulan Agustus," ujarnya.

Pemkab Kebumen pun telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan. Kebijakan itu sesuai dengan Keputusan Bupati Kebumen Nomor 360/1157 tahun 2019 tentang status siaga darurat bencana kekeringan di Kabupaten Kebumen tahun 2019.

"Status siaga darurat kekeringan selama 164 hari terhitung mulai tanggal 21 Mei sampai dengan 31 Oktober 2019," imbuhnya.(*)
Powered by Blogger.