Bupati Kebumen Hadiri Pertemuan Kepala Daerah Se-Asia Pasifik di Bogor

Delegasi yang hadir terdiri dari 47 kepala daerah. Selain Indonesia, hadir pula dari Malaysia, Singapura, Kamboja, Bangladesh, India, Laos, Myanmar, Nepal, Filipina, Timor Leste dan Vietnam. Ada juga anggota parlemen, pejabat pemerintah nasional, subnasional, komunitas, organisasi, akademisi, dan media.
Bupati Kebumen Hadiri Pertemuan Kepala Daerah Se-Asia Pasifik di Bogor
Bupati Kebumen didampingi Kepala Dinas Kesehatan saat menghadiri 4th APCAT Summit di Hotel Grand Savero Bogor.
www.inikebumen.net BOGOR - Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, menghadiri Pertemuan Kepala Daerah Se-Asia Pasifik di Hotel Grand Savero Bogor, Jawa Barat. Konferensi ke-4 Aliansi kota Asia Pasifik untuk pengendalian tembakau dan pencegahan penyakit yang tidak menular atau Forum 4th APCAT Summit (4th Summit of Asia Pacific Cities Alliance for Tobacco Control and Noncommunicable Diseases Prevention) digelar Rabu-Kamis, 25-26 September 2019.

Pertemuan regional dua hari ini diselenggarakan bersama oleh APCAT, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kota Bogor, The Union (International Union Against Tuberculosis and Lung Disease) dan Kemitraan untuk Kota Sehat.

Kegiatan yang dihadiri para kepala daerah dari 12 negara untuk membahas perlindungan tembakau secara komprehensif, Yazid Mahfudz didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Y Rini Kristiani MKes.

Delegasi yang hadir terdiri dari 47 kepala daerah. Selain Indonesia, hadir pula dari Malaysia, Singapura, Kamboja, Bangladesh, India, Laos, Myanmar, Nepal, Filipina, Timor Leste dan Vietnam. Ada juga anggota parlemen, pejabat pemerintah nasional, subnasional, komunitas, organisasi, akademisi, dan media.

Diundangnya Bupati Kebumen pada acara tersebut, sebab Kebumen telah memiliki Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR). Perda ini menjadi payung hukum bagi proses pengendalian tembakau di Kebumen. Bahkan, hingga saat ini sudah ada 36 desa di Kabupaten Kebumen menerapkan Perdes tentang KTR.

"Kita diminta menyampaikan paparan terkait dengan perkembangan implementasi KTR di Kabupaten Kebumen," ujar Yazid Mahfudz, disela-sela acara.

Menurutnya, sejak diterapkan Perda KTR berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan di Kabupaten Kebumen. Pada rentang waktu 2017-2018, angka kemiskinan di Kabupaten Kebumen menurun hingga 2,13 persen.

"Kami tetap berkomitmen mendorong agar masyarakat mematuhi Perda KTR yang ada agar tidak merokok di 7 titik yang telah diatur," kata dia.

Adapun 7 titik yang masuk kawasan tanpa rokok atau masyarakat tidak boleh merokok di fasilitas kesehatan, sekolah, tempat ibadah. Kemudian, tempat bermain anak, kantor pemerintahan, angkutan umum dan tempat umum.

Wakil Ketua APCAT dan Walikota Kota Bogor Dr Bima Arya Sugiarto, mengatakan pertemuan APCAT dilaksanakan secara berkala. Yakni untuk mempelajari dan berbagi pengalaman tentang kebijakan dan strategi pengendalian tembakau yang komprehensif.

"APCAT bertujuan untuk membangun program pengendalian tembakau dan penyakit tidak menular (NCD) yang kuat melalui komitmen politik, peluang kemitraan baru, pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan dan efektif, serta kinerja sistem kesehatan publik yang lebih kuat dan efektif," kata Bima Arya.(*)
Powered by Blogger.