Cegah Banjir Terulang, Warga Perumahan GJI Kebumen Ruwat Kali Krasak

Setelah doa ruwatan yang dipimpin oleh kiai setempat, tepat pukul 07.00 WIB para relawan langsung melakukan penebangan pohon liar dan pembersihan sampah di sepanjang aliran sungai.
Cegah Banjir Terulang, Warga Perumahan GJI Kebumen Ruwat Kali Krasak
Para relawan membersihkan aliran sungai
www.inikebumen.net KEBUMEN - Warga Griya Jatisari Indah (GJI) Kebumen bersama BPBD Kebumen menggelar ruwat Kali Krasak, Minggu, 1 September 2019.

Kegiatan kerja bakti berupa bersih-bersih sungai yang berada di timur perumahan setempat diselenggarakan bertepatan dengan tahun baru hijriah 1 Muharram 1441 H.

Kegiatan tersebut sebagai upaya warga GJI untuk menanggulangi banjir yang beberapa tahun belakang sempat melanda perumahan mereka.

Sedikitnya 300 orang dilibatkan. Terdiri dari personil BPBD Kebumen, TNI, Polri, PMI Kebumen, relawan, Pemdes Jatisari Kecamatan Kebumen dan seluruh warga dikomplek Perum Griya Jatisari Indah.

Setelah doa ruwatan yang dipimpin oleh kiai setempat, tepat pukul 07.00 WIB para relawan langsung melakukan penebangan pohon liar dan pembersihan sampah di sepanjang aliran sungai.

Tak hanya itu, sejak pagi buta sekitar pukul 05.00 WIB, ibu-ibu tim penggerak PKK bersama relawan BPBD mendirikan dapur umum. Mereka sangat antusias meramu dan menyiapkan masakan untuk disajikan kepada para relawan yang ikut kerja bakti.

"Ruwat Kali Krasak untuk merawat kali secara gotong royong agar aliran sungai pada saat musim penghujan nanti lancar dan tidak banjir," ujar Ketua RT 05 RW 01 Desa Jatisari, Imam Muthoha, disela-sela acara.

Imam menjelaskan, dipilihnya tema ruwatan sebagai bentuk menyambut tahun baru islam. "Dimana kita tahu islam sangat menganjurkan kebersihan," ucapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Eko Widianto, menyampaikan selain bertujuan untuk antisipasi bencana, juga di harapkan dapat menumbuhkan rasa kesadaran masyarakat agar lebih bersahabat dengan alam sekitar.

"Merawat alam khususnya sungai adalah keharusan dan tanggungjawab seluruh lapisan masyarakat," kata Eko Widianto, yang turut dalam kegiatan itu.

Sementara terkait didirikannya dapur umum, Eko menjelaskan, agar ketika sewaktu terjadi bencana alam, masyarakat sudah terlatih dan bisa secara swadaya melaksanakan skenario pelayanan logistik. Khususnya makanan secara mandiri.

Setelah selesai membersihkan sungai, scara tersebut diakhiri dengan makan bersama di komplek Taman Jumbleng Pelangi Griya Jatisari Indah.(*)
Powered by Blogger.