Sosok Wakil Bupati Kebumen di Mata Seorang Kepala Sekolah

Spontan anak-anak santri menyalami orang nomor dua Kebumen ini diiringi dengan bacaan sholawat. Keceriaan spontan khas anak-anak mewarnai suasana salam-salaman tersebut.
Sosok Wakil Bupati Kebumen di Mata Seorang Kepala Sekolah
Arif Sugiyanto menemui anak-anak santri TPQ Az Zuhud
www.inikebumen.net PETANAHAN - Sebelum mendatangi Lapangan Penegar Desa Karangduwur, Kecamatan Petanahan, untuk menyaksikan pertandingan final Turnamen Sepakbola Fajar Muda Cup ke-15,  Senin sore, 9 September 2019, Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto singgah dulu di Masjid Besar Az Zuhud, Kauman, Petanahan,

Disambut Kepala SMK Muhammadiyah 1 Petanahan Firman Handoko, di halaman masjid. Arif Sugiyanto sempat menceritakan, kalau sudah beberapa kali ikut shalat jamaah di Masjid Az Zuhud.

Menunggu datangnya waktu Asar, Arif Sugiyanto menemui anak-anak santri TPQ Az Zuhud. Spontan anak-anak santri menyalami orang nomor dua Kebumen ini diiringi dengan bacaan sholawat. Keceriaan spontan khas anak-anak mewarnai suasana salam-salaman tersebut.

"Mereka belajar baca Al Quran dengan metode Qiraati," tutur Firman tentang anak-anak santri TPQ Az Zuhud.

Tak lama adzan Asar berkumandang, bersama jamaah yang lain, Arif Sugiyanto menunaikan shalat Asar.

Dari Masjid Az Zuhud, Arif Sugiyanto singgah ke Balai Desa Karangduwur, disambut kepala desa beserta perangkatnya yang masih sibuk bekerja. Alif Fatta Al Aula (25) yang baru dilantik 23 Juli 2019 lalu, merupakan kepala desa termuda di Kabupaten Kebumen.

Tentu saja, tak semua desa sempat dikunjungi Wakil Bupati. Sehingga peristiwa tersebut tentu menjadi sangat bermakna bagi Kepala Desa Karangduwur beserta perangkatnya.

Spontanitas Wakil Bupati Kebumen yang mau menyempatkan waktu untuk berjamaah di Masjid Az Zuhud dan menyambangi Balai Desa Karangduwur, bagi Firman Handoko merupakan suatu kejutan.

"Saya tahunya panitia Turnamen Sepakbola Fajar Cup yang mengundang Wakil Bupati untuk penyerahan piala kepada pemenang, setelah pertandingan final," ujarnya.

Dalam pandangan Firman, bagus kalau pejabat yang turun ke desa tak hanya menghadiri acara resmi semata.

"Sekalian bisa langsung melihat kondisi masyarakat dan kinerja pemerintah desa dalam melayani masyarakat," tambahnya.

Firman melihat Arif Sugiyanto sebagai sosok muda yang bisa diharapkan membawa perubahan di Kebumen.

"Tidak mudah untuk membuat suatu perubahan, apalagi sampai tingkat kabupaten. Terlebih bagi sebuah kabupaten yang menempati posisi kedua persentase penduduk miskinnya di Jawa tengah. Sudah saatnya kaum muda mengambil peran," katanya.

Firman Handoko yang menjadi Kepala SMK Muhammadiyah 1 Petanahan sejak awal tahun 2017, juga mencoba membuat perubahan di sekolahnya. Melalui beberapa terobosannya, sekolah yang beberapa kali beralih haluan perlahan mulai bangkit lagi. Sempat menjadi SMP dan SMA sebelum akhirnya menjadi SMK yang fokus pada jurusan Teknik Otomotif.

"Tahun ajaran 2019/2020 kami menampung 185 taruna. Sengaja kami memberi sebutan siswa-siswi dengan taruna, untuk lebih menanamkan kedisiplinan," jelasnya.

Sekolah yang berkonsep semi  boarding itu, 90 persen tarunanya yang berasal dari anak yatim dan dhuafa. Mereka bersekolah tanpa dipungut biaya sama sekali. Termasuk sekitar 70 taruna yang tinggal di asrama.

"Karena itu, kami membuka kesempatan buat warga Kebumen untuk menjadi donatur dan bekerjasama membangun pendidikan di kabupaten tercinta ini," imbuhnya.

Firman pun berharap suatu saat Wakil Bupati Arif Sugiyanto mengunjungi sekolahnya.

"Menularkan semangat perubahan kepada para taruna SMK Muhammadiyah 1 Petanahan. Ya, semacam program  government goes to school begitulah," pungkasnya.(*)
Powered by Blogger.