Duh! Jelang Penilaian Adipura, Sampah Masih jadi Masalah di Pasar Tumenggungan

"Bukan hanya sekedar membuang sampah pada tempatnya, tetapi dibuang di tong sampah sesuai dengan jenisnya. Seperti sampah plastik dibuang tong sampah plastik, yang organik ke tong organik. Jadi ada pemilahan," 
Duh! Jelang Penilaian Adipura, Sampah Masih jadi Masalah di Pasar Tumenggungan
Sampah menumpuk di sekitar Pasar Tumenggungan Kebumen
www.inikebumen.net KEBUMEN - Masih minimnya kesadaran masyarakat dalam pemilahan sampah menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi untuk meraih Piala Adipura. Salah satunya di lingkungan Pasar Tumenggungan Kebumen.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Disperkim LH) Kebumen Edi Rianto, mengatakan pada penilaian tahap pertama (P1) Pasar Tumenggungan mendapat nilai rendah. Yaitu 69, turun jauh dibandingkan P1 pada tahun sebelumnya yang mencapai 73.

"Spesifik lokasi di Pasar Tumenggungan pengelolaannya sampahnya belum bagus. Dari semua nilai yang ada, Pasar Tumenggungan nilainya paling rendah," terang Edi Rianto.

Menurutnya, penyebab rendahnya nilai tersebut karena kesadaran pedagang dan pengunjung pasar dalam membuang sampah pada tempatnya masih minim.

"Bukan hanya sekedar membuang sampah pada tempatnya, tetapi dibuang di tong sampah sesuai dengan jenisnya. Seperti sampah plastik dibuang tong sampah plastik, yang organik ke tong organik. Jadi ada pemilahan," bebernya.

Selain itu, lanjutnya, ada sejumlah titik pantau Adipura yang masih mendapatkan nilai merah atau di bawah standar.

Seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) 72,80, bank sampah 72,96, fasilitas pengolahan sampah skala kota 70,75 dan bank sampah induk 70,10. Permasalahan rendahnya nilai akibat pemilahan dan pengolahan sampah yang belum optimal.

"Tahun ini toilet juga menjadi beban penilaian tersendiri. Baik itu toilet di perkantoran maupuun toilet di fasilitas umum," imbuhnya.

Edi menegaskan, pihaknya akan merangkul semua lapisan masyarakat dan stakeholder untuk bersama-sama membenahi persoalan tersebut. "Kita akan benahi bersama," tegasnya.

Pemkab Kebumen optimis tahun ini dapat meraih Piala Adipura. Bupati Yazid Mahfudz, semakin optimis karena pada tahun lalu sudah berhasil mendapat sertifikat penghargaan Adipura dari pemerintah pusat.

"Ada beberapa titik yang harus dibenahi karena nilainya masih dibawah 75. Tapi saya optimis tahun ini Kebumen dapat Piala Adipura," tegas Yazid Mahfudz, usai menghadiri rapat koordinasi persiapan penilaian tahap 2 Adipura tahun 2019 di Ruang Rapat Gedung F Setda Kebumen, Selasa, 15 Oktober 2019.

Ia menjelaskan penilaian Adipura P1 sudah dilaksanakan berdasarkan dokumen Jakstrada Kabupaten Kebumen.

"Alhamdulillah kita lolos untuk mengikuti P2 (penilaian tahap 2) yang akan dilaksanakan pada minggu kedua bulan Oktober 2019," ujarnya.(*)
Powered by Blogger.