Melalui Koperasi Millenial, Novi Ajak Warga Kebumen jadi Pemilik Aplikasi

Selain aplikasi komunikasi ini, Novi juga sedang kembangkan aplikasi lainnya. Seperti, Kondangin, Belajar Holic, Medis call, Glowis, Beli Pangan, dan AyoBer. Ketujuh aplikasi ini di kembangkan melalui Koperasi Konsumen Wahyu Global Cakrawala.
Melalui Koperasi Millenial, Novi Ajak Warga Kebumen jadi Pemilik Aplikasi
Novi Wahyuningsih foto bersama 
www.inikebumen.net KEBUMEN - Koperasi Wahyu Global Cakrawala menawarkan kepada setiap anggotanya terjun di dunia Bisnis StarUp, berbasis teknologi.

"Jadi anggota koperasi nanti tidak hanya sebagai pengguna aplikasi namun sebagai pemilik aplikasi tersebut," ujar Founder Cakratalk Novi Wahyuningsih, saat mengisi Seminar Edukasi Crowdfounding For Business, disalah satu hotel di Kebumen, Minggu pagi, 13 Oktober 2019.

"Jangan hanya sebagai pengguna aplikasi saatnya kita menjadi pemilik aplikasi," sambung gadis asal Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo ini.

Novi sukses memberikan materi membangun ekonomi kerakyatan melalui sebuah koperasi yang dia namakan Koperasi Millenial.

Diketahui pada 27 Mei 2019, Novi Wahyuningsih menciptakan aplikasi komunikasi bernama Cakratalk. Aplikasi ini re-branding dari pendahulunya yaitu Callind.

Selain aplikasi komunikasi ini, Novi juga sedang kembangkan aplikasi lainnya. Seperti, Kondangin, Belajar Holic, Medis call, Glowis, Beli Pangan, dan AyoBer. Ketujuh aplikasi ini di kembangkan melalui Koperasi Konsumen Wahyu Global Cakrawala.

"Saya selalu tegaskan dalam setiap seminar, jika ragu lebih baik tidak usah bergabung menjadi anggota. Karena saya belajar menanamkan komitmen, integritas, tanggung jawab dan utamakan keluarga ke kandidat jajaran direksi, sahabat leader dan anggota pemilik saham pra IPO melalui koperasi atau angel investor," papar Novi.

Saat ini koperasi Wahyu Global Cakrawala hanya menjual 100.000 paket saham pra IPO. Novi berharap aplikasi nya kelak bermanfaat dan bisa menjadi raja di negeri sendiri.

Selain Novi, dalam acara ini juga hadir General Manager CakraTalk Muhammad Idrus dan Iqbal Setia Pratama. Kedua anak muda ini menyampaikan materi dimana saat ini dunia StarUp Indonesia berbasis teknologi internet dan seputar aplikasi komunikasi yang banyak digunakan masih dominan buatan negara lain.

Dalam kesempatan ini Idrus dan Iqbal memberikan materi mengenai konsep Koperasi Konsumen Wahyu Global Cakrawala. Kepada setiap calon anggota koperasi akan menerima penawaran atas 10 persen saham Pra IPO Rp 55 miliar, lalu Koperasi akan memecah menjadi 100.000 paket saham pra IPO.

"Kemudian koperasi menjual saham pra IPO kepada anggota atau calon anggota. Dimana per paket harga saham pra IPO adalah Rp 550.000," jelasnya.

Nilai estimasi saham ketika target masing-masing aplikasi didownload 10 juta pengguna maka harga saham yang dibeli Rp 550 ribu tadi akan berpotensi 26 kali lipat per satu paketnya mencapai Rp 13 juta.

Harga ini sesuai estimasi perhitungan maksimal selama 2 tahun sesuai waktu pembelian saham pra IPO. Penjual saham pra IPO ini terbatas hanya 100.000 lembar dan penjualan saham ini sampai akhir Desember 2019.

Untuk membeli paket saham Pra IPO wajib menjadi anggota koperasi dulu baru beli saham nya. Syarat menjadi anggota koperasi adalah memiliki KTP Indonesia, dan membayar administrasi.

Selain keuntungan jual beli saham pra IPO setiap tahun nya ketika koperasi mengalami keuntungan maka SHU tahunan juga akan dibagikan ke anggota.

Melalui Crowdfounding For Business melalui Koperasi Konsumen Wahyu Global Cakrawala yaitu "Membangun Bisnis Dengan Modal Yang Minim Dari Sejumlah Banyak Orang" diharapkan bisa diterima di masyarakat Kebumen dan Indonesia pada umumnya.(*)
Powered by Blogger.