Pernah Diterjang Banjir, Pelajar MTs Khaudlul Ulum Ikuti Pelatihan Siaga Bencana

"Air sungai yang meluap menjadikan banjir menggenangi wilayah madrasah sampai dengan Pasar Sruni. Sehingga dapat menjadi ancaman keselamatan warga dan pelajar di sekolah kami,"
Pernah Diterjang Banjir, Pelajar MTs Khaudlul Ulum Ikuti Pelatihan SSB
Peserta pelatihan SSB melakukan foto bersama
www.inikebumen.net KEBUMEN - Sebanyak 25 siswa MTs Khaudlul Ulum Penajung Kecamatan Alian, mengikuti pelatihan Sekolah Siaga Bencana (SSB). Kegiatan yang diselenggarakan oleh PMI Kabupaten Kebumen ini rencananya akan berlangsung selama tiga hari. Pelatihan yang dipusatkan di sekolah setempat dibuka Selasa, 15 Oktober 2019.

Kepala MTs Khaudlul Ulum, Mudakir, mengatakan pelatihan SSB sangat penting. Sebab, beberapa tahun belakangan ini, madrasah setempat terdampak banjir. Hal ini lantaran lokaisnya yang berdekatan dan dikelilingi oleh sungai besar.

"Air sungai yang meluap menjadikan banjir menggenangi wilayah madrasah sampai dengan Pasar Sruni. Sehingga dapat menjadi ancaman keselamatan warga dan pelajar di sekolah kami," ujar Mudakir, disela-sela pembukaan pelatihan.

Ia berharap pelatihan SSB ini akan memberikan pemahaman kepada para peserta dan dapat bertindak sesuai prosedur yang benar saat terjadi bencana. Selain untuk menyelamatkan diri, juga untuk membantu orang lain.

"Kami pilih untuk pelatihan sekolah aman bencana, dikarenakan beberapa tahun belakang ini, wilayah sekolah selalu terdampak banjir," kata dia.

Pelatihan yang didampingi 5 guru pembina difasilitatori dari tenaga sukarela PMI.

Sukarelawan PMI Kabupaten Kebumen, Totok Ari Setyanto, mengatakan langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah adanya sinergitas dalam menghadapi dan mengelola resiko bencana.

"Hal ini sebagai bagian dari sistem kehidupan masyarakat serta mensinergikan sumberdaya pemangku kepentingan penanggulangan bencana," terang Totok Ari Setyanto.

Dalam pelatihan ini akan disampaikan berbagai materi. Diantaranya tentang kepalangmerahan, pertolongan pertama, pengurangan resiko berbasis remaja, BKRK, pemetaan resiko sekolah, sistem peringatan dini, rencana aksi komunitas dan protap kesiapsiagaan bencana.(*)
Powered by Blogger.