Selama 21 Hari PDGI Kebumen Pantau Kesehatan Gigi Ribuan Pelajar SD di Petanahan

Data hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018 memperlihatkan 88,8 persen masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi berlubang. Bahkan, permasalahan ini juga dialami oleh 92,6 persen anak Indonesia berumur 5 tahun. 
Selama 21 Hari PDGI Kebumen Pantau Kesehatan Gigi Ribuan Pelajar SD di Petanahan
Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, memantau pemeriksaan gigi di Petanahan
www.inikebumen.net PETANAHAN - Sebanyak 1.453 siswa SD di 7 sekolah dasar di Kecamatan Patanahan dipantau kesehatan giginya. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) ke-10.

Tujuh sekolah tersebut yakni SDN Karangduwur 1 dan 4, SDN Karangreja 1 dan 3, SDN Munggu, SDN Petanahan 1 dan SDIT Karanganyar.

Kick off Gerakan HKGN ke-10 dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 Kabupaten Kebumen dilakukan oleh Bupati Yazid Mahfudz, di Lapangan Penegar Desa Karangduwur, Kecamatan Petanahan, Sabtu, 12 Oktober 2019.

Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Kebumen drg Erawati Kusuma Dewi, mengatakan dari 1.453 siswa yang dipantau kesehatan giginya 574 diantaranya dilakukan pemeriksaan. Mereka dipBupantau secara intensif selama 21 hari.

"Pemeriksaan dilakukan dua kali. Yang pertama pada 12 Oktober. Kemudian, yang kedua pada 21 November," terang Erawati, disela-sela acara.

Erawati menjelaskan, pada hari pertama dilakukan pemeriksaan awal status kesehatan gigi hingga sikat gigi bersama. Sedangkan, pada hari ke-21 dilakukan pengumpulan tabel pemantauan sikat gigi pagi dan malam selama 21 hari.

Ia menambahkan, kegiatan itu digelar untuk mencegah kerusakan gigi sejak dini. Apalagi, data hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018 memperlihatkan 88,8 persen masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi berlubang. Bahkan, permasalahan ini juga dialami oleh 92,6 persen anak Indonesia berumur 5 tahun.

"Ini sangat memprihatinkan karena kondisi gigi susu sangat memengaruhi kondisi dan struktur gigi permanen di masa mendatang," ujarnya.

Drg Erawati, menyampaikan dalam sehari semalam sikat gigi paling wajib dilakukan sebelum tidur pada malam hari.

"Kalau mau tidur harus bersih, tidak boleh ada sisa makanan. Agar giginya tidak cepet rusak, agar tidak sakit gigi," kata dia.

Selain itu, sikat gigi wajib berikutnya adalah pada pagi hari setelah sarapan. Tak hanya soal waktu sikat gigi, yang harus diperhatikan juga yakni soal ukuran sikat gigi. Ukuran sikat gigi yang baik itu sebaiknya disesuaikan dengan rongga mulut.

"Cari sikat gigi yang tidak terlalu besar, yang pegangannya lurus, dan bagian bulunya membulat,"paparnya.

Sebab, kata dia, kalau sikat giginya terlalu besar tidak akan mampu menggapai gigi bagian belakang. Sehingga sisa-sisa makanan dibagian gigi belakang akan menumpuk menjadi sumber bakteri. "Gunakan pasta gigi sebesar biji jagung, selanjutnya diratakan dengan tangan," imbuhnya.

Dalam sambutannya, Bupati Yazid Mahfudz, mengatakan kesehatan gigi dan mulut tidak hanya berpengaruh pada kesehatan secara umum. Tetapi juga mempengaruhi aspek lainnya.

"Saya mengajak semua pihak agar membiasakan diri menyikat gigi dimulai sejak dini," tegasnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Y Rini Kristiani, Camat Petanahan, hingga pengurus PDGI Kebumen.(*)
Powered by Blogger.