Syarat jadi UGG, Badan Pengelola Geopark Karangsambung Dituntut Profesional

"Jadi harus diperhatikan obyek-obyek destinasinya apakah tersedia panel interpretasi, papan informasi dan lainnya,"
Syarat jadi UGG, Badan Pengelola Geopark Karangsambung Dituntut Profesional
Tugu Geopark di Desa Karangbolong Kecamatan Buayan
www.inikebumen.net KEBUMEN - Geopark Karangsambung-Karangbolong ditargetkan naik status menjadi Unesco Global Geoparks (UGG) dalam dua tahun. Salah satu kriteria untuk menuju UGG yakni manajemen badan pengelola yang harus profesional. Penilaian terhadap keberadaan badan pengelolacukup tinggi yakni 25 persen.

Guru Besar Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Prof Ir Mega Fatimah Rosana MSc PhD, menjelaskan badan pengelola harus jelas program kerjanya. Kemudian, melibatkan berbagai unsur serta ketersediaan gender.

"Komposisi gender harus jadi perhatian karena menjadi bagian dari penilaian Unesco dalam memutuskan geopark nasional menjadi geopark dunia," kata Mega, pada Seminar Nasional Ilmu Kebumian Geodiversity 2019 di Hotel Mexolie Kebumen, Rabu 2 Oktober 2019.

Menurutnya, ada beberapa komponen yang harus dilakukan oleh badan pengelola dan harus bisa mensinergikan semua program-program yang ada di Unesco. "Karenanya Badan Pengelola memiliki peran strategis, bekerja tidak asal-asalan dan harus berhati-hati," tegasnya.

Beberapa unsur yang menjadi penilaian Unesco terhadap kinerja badan pengelola geopark, diantaranya masalah pendidikan, interpretasi dan pemahaman lingkungan. Bobot penilaian ini 15 persen.

"Jadi harus diperhatikan obyek-obyek destinasinya apakah tersedia panel interpretasi, papan informasi dan lainnya," paparnya.

Selain itu, ada penilaian terkait dengan aktifitas pariwisata di dalam geopark. Bobot nilai ini mencapai 15 persen. Hal yang harus diperhatikan, diantaranya leaflet, promosi dan website.

"Kemudian berlanjut pada penilaian pengembangan ekonomi berkelanjutan yang bobot nilainya 10 persen. Semua ini adalah tugas badan pengelola geopark," imbuhnya.

Seminar Nasional Ilmu Kebumian Geodiversity 2019 diselenggarakan oleh Balai Informasi dan Konservasi Kebumian (BIKK) LIPI.

Ketua Seminar Nasional Geodiversity 2019, Muhammad Al'Afif mengatakan bahwa seminar ini merupakan salah satu kegiatan BIKK-LIPI sebagai eksistensi LIPI Karangsambung dalam bidang riset serta pertanggungjawaban pada ilmu pengetahuan.

"Seminar Nasional ini merupakan salah satu kegiatan BIKK-LIPI dalam menjalankan salah satu fungsinya untuk menyebarkan informasi kebumian berupa diseminasi tahunan hasil penelitian di lingkup LIPI khususnya BIKK," terangnya.

Pada acara ini hadir sebagai keynote speaker Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Dr Eko Yulianto dan Guru Besar Ilmu Geologi Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran Prof Ir Mega Fatimah Rosana MSc PhD.

Pada seminar ini disampaikan dalam bentuk pemaparan presentasi oral maupun poster bagi peserta. Keseluruhan makalah lengkap dipublikasi dalam prosiding ilmiah yang akan diterbitkan pada Desember 2019. Naskah Ilmiah yang diterima berjumlah 150 makalah dari peneliti berbagai macam instansi dan perguruan tinggi seluruh Indonesia.

Kepala BIKK-LIPI Edi Hidayat, menjelaskan kegiatan ini merupakan kali pertama diadakan. Tujuannya untuk mengkolaborasi hasil-hasil penelitian yang ada di Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong (GNKK) ataupun di kawasan lainnya dari sisi ilmu kebumian, budaya dan hayati.(*)
Powered by Blogger.