Tahun ini, Jumlah Penerima Program Indonesia Pintar di Kebumen Berkurang

Untuk jenjang SMP pada 2019 sebanyak 79.005 penerima dengan nilai Rp 36,18 miliar lebih. Padahal 2018 lalu sebanyak 100.128 penerima dengan nilai Rp 44,92 miliar lebih.
Tahun ini, Jumlah Penerima Program Indonesia Pintar di Kebumen Berkurang
Bupati Kebumen foto bersama dengan peserta sosialisasi PIP
www.inikebumen.net KEBUMEN - Jumlah penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Kebumen pada tahun ini lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Pada 2019, penerima program ini untuk jenjang SD sebanyak 59.368 siswa dengan nilai Rp 24,06 miliar lebih. Sedangkan, pada 2018 sebanyak 70.359 penerima dengan nilai Rp 28,16 miliar lebih.

Untuk jenjang SMP pada 2019 sebanyak 79.005 penerima dengan nilai Rp 36,18 miliar lebih. Padahal 2018 lalu sebanyak 100.128 penerima dengan nilai Rp 44,92 miliar lebih.

"Data tersebut belum termasuk penerima Program Indonesia Pintar pada Madrasah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia," kata Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, saat membuka sosialisasi dan percepatan PIP tahun 2019 di Aula PLUT UMKM Kebumen, Kamis 10 Oktober 2019.

Acara tersebut diikuti oleh 914 peserta yang merupakan kepala sekolah SD dan SMP baik negeri maupun swasta di Kabupaten Kebumen.

Bupati Kebumen mengatakan PIP merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah. Program ini diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya.

"Kartu Indonesia Pintar juga diharapkan dapat meringankan biaya personal pendidikan peserta didik yang berasal dari keluarga miskin dan rentan miskin, dari segi biaya langsung maupun tidak langsung," kata Yazid Mahfudz.

Ia mengatakan, PIP didukung dengan anggaran APBD Kabupaten Kebumen program Bantuan Sosial Pendidikan pada kegiatan Beasiswa Kurang Mampu (BKM). Untuk meringankan biaya melanjutkan pendidikan peserta didik tingkat 6 dan tingkat 9.

"Diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong pencapaian target RPJMD 2016-2021. Yaitu Program Kabupaten Kebumen meningkatnya derajat pendidikan masyarakat," imbuhnya.

Gus Yazid memaparkan, Angka Harapan Lama Sekolah Kabupaten Kebumen pada RPJMD menetapkan target indeks 13,20 di akhir RPJMD. Capaian pada 2018 mencapai 12,90 atau sebesar 97,73 perse dari target akhir tahun 2021.

"Besar harapan kami bahwa realisasi pada tahun 2021 akan melampaui dari target yang telah ditetapkan pada RPJMD," ujarnya.

Angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) pada RPJMD menetapkan target indeks 7,20 di akhir tahun 2021. Di akhir tahun 2018 telah melampaui target yang ditetapkan, dengan indeks capaian 7,29 atau sebesar 101,25 persen dari target akhir tahun 2021.

RLS Kebumen pada tahun 2018 sebesar 7,29  tahun. Artinya, rata-rata penduduk usia 15 tahun keatas menamatkan pendidikannya baru pada kelas 8 jenjang SMP.

"Kami optimis kedepan Angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Angka Harapan Lama Sekolah (AHLS) selalu meningkat," imbuhnya.

Hadir mendampingi Bupati, Kepala Dinas Pendidikan Kebumen Moh Amirudin. Adapun narasumber yang dihadirkan dari Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Ditjen Dikdasmen Kemdikbud RI Rakean Sundayana. Serta pimpinan BRI Cabang Gombong dan Cabang Kebumen.(*)
Powered by Blogger.