Tiga Inovasi Pelayanan ini jadi Andalan Kebumen Menuju Smart City

Pemkab Kebumen sudah memiliki beberapa inovasi pelayanan publik. Pada 2018 telah dinyatakan sebagai kabupaten dengan predikat Sangat Inovatif Peringkat Lima Belas di Indonesia dengan skor 4.140.
Tiga Inovasi Pelayanan ini jadi Andalan Kebumen Menuju Smart City
Bupati Kebumen saat memberikan penjelasan terkait Smart City
www.inikebumen.net KEBUMEN – Tiga inovasi pelayanan menjadi andalan Pemkab Kebumen dalam program gerakan Menuju 100 Smart City 2019. Untuk mewujudkannya dilakukan pembentukan Dewan Smart City, penyusunan Master Plane dan program unggulan berkelanjutan.

Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, mengatakan Pemkab Kebumen sudah memiliki beberapa inovasi pelayanan publik. Pada 2018 telah dinyatakan sebagai kabupaten dengan predikat Sangat Inovatif Peringkat Lima Belas di Indonesia dengan skor 4.140.

"Saat ini tengah serius mengembangkan Smart City yang  dilengkapi program lain seperti produksi  garam untuk rakyat," ujar Yazid Mahfudz, pada kegiatan jumpa pers usai menutup Bimtek Penyusunan Master Plane Smart City Tahap IV di Hotel Mexolie Kebumen, Selasa, 8 Oktober 2019.

Kepala Dinas Kominfo Kebumen Cokroaminoto, menjelaskan dalam rangka Smart City Pemkab Kebumen memiliki tiga quick win program unggulan. Yaitu Edukasi Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong, Taman  Proklim Lebah Klanceng Kecamatan Ayah serta Pelayanan Administrasi Kependudukan di Desa atau Kios Pelayanan Administrasi Kependudukan (Kios Pelanduk) pada Disdukcapil.

Menurutnya, guna menyukseskan Program Smart City butuh dukungan berbagai pihak. Mulai perguruan tinggi, pesantren, dunia usaha, media dan masyarakat.  Bahkan telah dilaksanakan empat tahap Bimtek yang keluarannya menyusun Master Plane (Rencana Induk) Smart City sekaligus sebagai dokumen induk.

Penasihat Smart City Rini Rahmawati mengapresiasi langkah Pemkab Kebumen lolos dalam Program 100 Smart City Nasional yang diprakarsai Kementerian Kominfo.

Sebab untuk bisa lolos tidaklah mudah dan biasanya diikuti pemerintah kota. Program ini perlu didukung  kemampuan pendanaan, indeks kota hijau, indeks keberlanjutan kota/kabupaten hingga kinerja daerah.

Ia menambahkan,  Program Smart City harus inovatif dan kolabaoratif antar OPD serta ada integrasi yang harus muncul dalam Master Plane. Meliputi peta jalur program 10 tahun, 5 tahun dan 1 tahun serta harus sesuai dengan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Kegiatan jumpa pers dihadiri oleh Bupati Yazid Mahfudz didampingi Asisten I Sekda Hery Setyanto, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kebumen Cokroaminoto. Hadir pula penasihat Smart City dari Kementerian Kominfo yang juga pengajar Fakultas Geografi UGM Dr Rini Rahmawati.(*)
Powered by Blogger.