Didampingi Bupati Samosir, Gus Yazid Kunjungi Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba

Saat mengunjungi pusat informasi tersebut, Bupati Kebumen didampingi langsung oleh Bupati Samosir Rapidin Simbolon dan Kepala Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba Wilmar Simanjorang.
Didampingi Bupati Samosir, Gus Yazid Kunjungi Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba
Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, mendapat penjelasan megenai Geopark Kaldera Toba
www.inikebumen.net SAMOSIR - Ditengah kunjungan kerjanya di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Bupati Kebumen Yazid Mahfudz menyempatkan mengunjungi Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba (GKT), Rabu, 30 Oktober 2019. Pusat informasi tersebut berada di lereng Gunung Pusuk Buhit Desa Sigulatti, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir.

Saat mengunjungi pusat informasi tersebut, Bupati Kebumen didampingi langsung oleh Bupati Samosir Rapidin Simbolon dan Kepala Pusat Informasi  Geopark Kaldera Toba Wilmar Simanjorang.

Ditempat ini, Yazid Mahfusdz, mendapat penjelasan informasi, antara lain mengenai bagaimana Danau Toba terbentuk, evolusi Kaldera Toba, Super Volcano Toba, Geosite-geosite, keragaman geologi, keragaman flora dan fauna, kearifan lokal dan informasi wisata. Seluruh informasi itu dikemas dalam bentuk teks, foto, infografis dan multimedia.

Asal usul terbentuknya Danau Toba dan deskripsinya bisa sangat jelas diketahui di Pusat Informasi ini. Dijelaskan bahwa danau ini terbentuk berawal dari letusan dahsyat gunung api di Sumatera Utara 74.000 ribu tahun silam, yang kemudian membentuk sebuah kaldera yang sangat luas dan menyisakan tinggalan keragaman geologi yang unik di sekitar kaldera.

Letusan Dahsyat itu mengakibatkan bumi dilanda musim dingin yang berkepanjangan dan menyebabkan kematian dan kepunahan sebagian makhluk hidup. Letusan katastrofik menyisakan lekukan cukup dalam di dasar kaldera yang berisi air membentuk danau toba seluas 1.130 km2 dengan kedalaman maksimum 550 meter.

Peristiwa geologi pasca pembentukan kaldera terjadi pengangkatan sebagian dasar danau ke permukaan membentuk Pulau Samosir. Dinding Kaldera Toba yang luasnya mencapai 3.658 km2 berada di tujuh Kabupaten yakni Kabupaten Samosir, Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo, Kabupaten Humbang Hansudutan, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Simalungun.
Didampingi Bupati Samosir, Gus Yazid Kunjungi Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba
Bupati Samosir Rapidin Simbolon (kiri) berbincang dengan Bupati Kebumen
Keberadaan Pulau Samosir di Danau Toba pada ketinggian 900 meter di atas muka laut menjadikan Samosir sebagai Pulau di dalam Pulau.

Kaldera Toba yang sangat menarik dan unik ini seharusnya bisa mengangkat Kaldera Toba sebagai destinasi wisata dunia selain Pulau Bali yang lebih populer sejak dulu.

Geopark Kaldera Toba memiliki 16 geosite. yaitu Pusuk Buhit, Sipiso Piso-Tongging, Silalahi Sabungan, Haranggaol, Sibaganding Parapat, Taman Eden, Balige-Liang Sipege-Meat, Situmurun-Blok Uluan, Huta ginjang, Muara-Sibandang, Sipinsur-Baktiraja, Bakkara-Tipang, Tele-Pangururan, Hutatinggi-Sidihoni, Simanindo-Batu Hoda dan Ambarita-Tuk Tuk-Tomok.

Turut mendampingi Bupati Yazid Mahfudz, Kepala BAP3DA Pudji Rahaju, Kepala Disporawisata Azam Fatoni, Kepala Diskominfo Cokroaminoto.

Kemudian, Kepala BPKAD Dyah Woro Palupi, Kepala Bapenda Aden Andri Susilo, Staf Ahli Bupati Amin Rahmanurrasjid, Ketua Dekrasnada Kebumen Zuhroh Yazid Mahfudz serta Ketua Badan Pengelola Geopark Karangsambung-Karangbolong Djunedi Faturakhman.(*)
Powered by Blogger.