Pendapatan Obwis Menganti Samai 9 Obwis Milik Pemkab Kebumen - ini kebumen | Media Rujukan Kebumen

Pendapatan Obwis Menganti Samai 9 Obwis Milik Pemkab Kebumen

www.inikebumen.net AYAH - Luar biasa, pendapatan Pantai Menganti pada sepuluh hari Lebaran mampu menyamai pendapatan sembilan obyek wisata yang dikelola Pemkab Kebumen. Pantai yang terletak di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah ini mencapai Rp 1,5 miliar. Sedangkan, pada H+10 Lebaran, dari sembilan obyek wisata yang dikelola Pemkab Kebumen hanya sebesar Rp 1,56 miliar lebih.

 Pendapatan Obwis Menganti Samai 9 Obwis Milik Pemkab Kebumen
Jembatan Merah Gebyuran salah satu spot untuk swafoto di kawasan Obyek Wisata Pantai Menganti
Lembaga Masyarakat Desa Hutan Sengkuyung Makmur(LMDH Semar) pengelola obyek wisata Pantai Menganti, mencatat hingga H+8 Lebaran, pendapatannya mencapai Rp 1,144 miliar lebih. Dengan umlah wisatawan yang berkunjung sebanyak 91.528 orang.

"Itu baru dari Pantai Menganti, belum dari obyek wisata Sawangan Adventure, yang juga kami kelola. Kalau sampai H+10, pendapatan dari Pantai Menganti lebih dari Rp 1,5 miliar," ujar Pembina Lembaga Masyarakat Desa Hutan Sengkuyung Makmur(LMDH Semar), Sukamsi, Minggu (9/7/2017).

Tak hanya itu, Sukamsi, memprediksi selama libur Lebaran kemarin perputaran uang di Pantai Menganti mencapai lebih dari Rp 5 miliar.

Perhitungan itu didasarkan jika setiap pengunjung minimal membelanjakan uangnya sebesar Rp 50.000 per orang di obyek wisata yang sedang naik daun itu.

"Padahal saya yakin banyak yang lebih dari itu. Ada yang beli makanan, jasa renang, kamar mandi, beli baju ada juga yang menginap," bebernya.

Selain itu, pada musim Lebaran kemarin tidak ada anak muda setempat yang menganggur. Mereka dilibatkan dalam semua pelayanan kepada wisatawan. "Hanya manula saja yang tidak dilibatkan. Bahkan kita sampai kekurangan tukang ojeg di obyek wisata," ungkapnya.

Sukamsi mengungkapkan, saking padatnya wisatawan selama libur Lebaran Pantai Menganti sempat beberapa kali menolak pengunjung. Tak tanggung-tanggung yang ditolak jumlahnya mencapai ribuan. "Itu kami lakukan karena di dalam wisata sudah padat sekali. Jadi kami saran untuk ke obyek wisata lainnya," kata dia.(*)
Powered by Blogger.
}); })(jQuery); //]]>